Wall Street ditutup melonjak tajam pada perdagangan Kamis (30/7/2026) waktu setempat. Saham-saham perusahaan chip ikut melambung, sementara Microsoft mencatat kenaikan persentase harian terbesar dalam 18 tahun terakhir.
Raksasa teknologi itu melonjak lebih dari 15 persen, menambah nilai pasar sahamnya sebesar USD450 miliar. Peningkatan satu hari ini merupakan yang terbesar yang pernah ada untuk sebuah perusahaan di Wall Street. Kenaikan itu terjadi setelah Microsoft memberikan proyeksi luar biasa yang meredakan kekhawatiran investor tentang pengeluaran besar-besaran untuk infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Microsoft memperkirakan penjualan kuartalan dan pertumbuhan cloud di atas ekspektasi. Perusahaan juga melaporkan pengeluaran modal di bawah perkiraan dan berharap terus meraup pendapatan hingga tahun fiskal 2027 yang baru saja dimulai.
Indeks S&P 500 naik 1,66 persen dan mengakhiri sesi perdagangan di 7.437,63 poin. Nasdaq menanjak 2,78 persen menjadi 25.122,18 poin, dan Dow Jones Industrial Average menguat 1,19 persen ke level 52.208,06 poin.
Sejak awal tahun, investor khawatir dengan pengeluaran besar-besaran untuk AI di perusahaan teknologi besar. Laporan arus kas negatif dari Alphabet dan Tesla pekan lalu memicu aksi jual saham terkait AI, dan saham chip juga tertekan karena valuasi yang tinggi.
Meta Platforms anjlok setelah melaporkan penurunan arus kas bebas sebesar 91 persen pada kuartal II-2026, menunjukkan tekanan finansial dari pembangunan AI yang mahal.
"Ini adalah saham-saham yang benar-benar menjadi medan pertempuran. Investor tidak dapat memutuskan apakah ROI dari pengeluaran modal besar-besaran akan sepadan atau tidak," kata Manajer Portofolio Argent Capital Management, Jed Ellerbroek. "Namun, Microsoft memberikan hasil yang baik, dan mungkin Microsoft akan mampu menjadi saham 'pemenang AI yang terpercaya'," tambahnya.
Saham Amazon naik 3,9 persen dan Apple turun 1,4 persen. Kedua perusahaan akan melaporkan hasil keuangan mereka setelah penutupan perdagangan. Amazon berkinerja lebih rendah daripada pasar secara keseluruhan tahun ini karena kekhawatiran pengeluaran AI. Apple, yang tidak banyak berinvestasi pada AI, baru-baru ini menyalip Nvidia sebagai perusahaan paling berharga di dunia dengan nilai pasar sekitar USD4,9 triliun.
Artikel Terkait
Wall Street Rebound, Saham Microsoft Melejit 15%
Wall Street Tertekan Lonjakan Harga Minyak dan Sikap The Fed
Wall Street Dibuka Menguat Imbas Meredanya Ketegangan AS-Iran dan Penurunan Harga Minyak
The Fed dan Laporan Big Tech Jadi Ujian Berat Wall Street Pekan Depan