Pemerintah menargetkan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebanyak 35.334 unit rampung pada Agustus 2026. Regulasi berupa Peraturan Presiden (Perpres) akan diterbitkan pekan ini untuk mendukung program tersebut.
Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita mengatakan pihaknya bekerja sama dengan PT Agrinas Pangan Nusantara untuk merealisasikan target itu. "Kami bekerja sama dengan Agrinas. Insyaallah di tahun 2026 bulan Agustus nanti kami akan bisa menyelesaikan 35.334," ungkapnya dalam rapat koordinasi KDMP di kantor Kemenko Bidang Pangan, Selasa (28/7).
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas menyebut target pembangunan KDMP secara keseluruhan mencapai 83.000 unit. Namun, pembangunan bertahap diharapkan sudah bisa dirasakan manfaatnya mulai Oktober 2026. "Insyaallah di Oktober, Koperasi Desa Merah Putih/Nelayan Merah Putih ini sudah terasa dampaknya di tengah-tengah masyarakat. Ada satu lagi yang akan diselesaikan yaitu Perpres, mudah-mudahan minggu ini selesai tata kelolanya," jelas Zulhas.
Zulhas menegaskan bahwa KDMP hanya menjadi alternatif dan pelengkap, bukan predator bagi pelaku UMKM di pedesaan. Menurutnya, koperasi ini bukan toko atau koperasi biasa, melainkan berfungsi sebagai infrastruktur pemerintah. "Koperasi ini bukan supermarket, koperasi ini adalah infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan barang-barang subsidi dan bantuan pemerintah. Dia sebagai infrastruktur," tegasnya.
Sebelumnya, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menargetkan 35.800 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih selesai dibangun pada Agustus 2026. Ia mengingatkan bahwa program ini masih dalam tahap pembangunan sehingga belum bisa dinilai dari sisi hasil operasional. "Sekarang ada sebagian publik seolah-olah sekarang harus selesai, harus sukses. Sementara kita belum pada tahap ke sana," kata Yandri dalam acara Seminar Nasional Koperasi Desa Merah Putih di kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Kamis (16/7).
Sarana pendukung program, mulai dari gudang, gerai, hingga logistik, masih dalam tahap pembangunan. Pengerjaan 35.800 koperasi ini ditarget rampung Agustus 2026. Pembangunan berikutnya akan dilakukan bertahap, terutama di desa yang masih terkendala penyediaan lahan. "Salah satu kendala yang paling besar itu adalah kesiapan lahan," kata Yandri.
Artikel Terkait
Anggota DPR RI Fraksi PAN A Bakri Meninggal Dunia
Zulhas Buka Suara soal Isu Kipas Angin Rp1,8 Triliun untuk Koperasi Desa
Pemerintah Uji Coba Penyaluran Bansos Lewat Koperasi Desa Merah Putih
Islah Bahrawi Kritik Tata Kelola MBG dan Kopdes Merah Putih: Ada Rente dan Intimidasi