"Kami akan berkomunikasi lagi dengan MSCI. Apa yang akan kami lakukan untuk melakukan pendalaman dari sisi demand, khususnya agar lebih banyak lagi investor asing masuk dengan penambahan bobot Indonesia di dalam konstituen indeks global,"
ujar Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta Pusat, kemarin Minggu.
Menurut informasi yang beredar, pertemuan sore ini rencananya digelar secara virtual. Wajar sih, mengingat perbedaan waktu antara Indonesia dan Eropa yang cukup signifikan. Jadi, meski dilakukan lewat layar, harapannya hasilnya bisa konkret untuk pasar modal kita.
Artikel Terkait
Gangguan Pasokan Timur Tengah Ancam Kerek Harga Aluminium
Pajak Rokok DKI Alokasikan Minimal 50% untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Bapanas Pastikan Stok Daging Nasional Melimpah Jelang Idulfitri
Saham Asia Menguat Didorong AI, Waspada Gejolak Harga Minyak