Anjloknya IHSG pekan lalu bikin publik ramai membicarakan fenomena 'saham gorengan'. Nah, sorotan ini ternyata tak cuma dari investor lokal, tapi juga datang dari lembaga global seperti MSCI. CIO Danantara, Pandu Sjahrir, angkat bicara soal hal ini di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Minggu (1/2).
“Saham gorengan itu sebutan dari siapa sih? Banyak dari investor. Kalau MSCI punya istilahnya sendiri: uninvestability. Kenapa disebut begitu? Valuasinya dianggap tidak masuk akal, sangat tinggi,” ujar Pandu.
Ia lalu menjelaskan lebih detail.
“Maksudnya gimana? Misalnya dilihat dari EV to sales, atau price to earning ratio-nya yang melambung. Apakah itu wajar? Sebenarnya ya, itulah masalahnya.”
Menurut Pandu, isu ini sudah lama jadi perhatian kalangan investor asing di pasar modal Indonesia. Mereka kerap mempertanyakan, kok bisa pergerakan saham-saham tertentu bisa seperti itu.
“Masukan dari mereka banyak. Mereka heran, kok price to earning-nya bisa sampai ribuan? Jadi, istilah 'gorengan' itu sebenarnya mengarah ke situ,” jelasnya.
Namun begitu, Pandu punya pandangan yang cukup menarik. Ia seolah tak ingin menyalahkan satu pihak saja.
“Seperti yang saya bilang dua hari terakhir, don't hate the player, hate the game,” tambahnya.
Artikel Terkait
Gangguan Pasokan Timur Tengah Ancam Kerek Harga Aluminium
Pajak Rokok DKI Alokasikan Minimal 50% untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Bapanas Pastikan Stok Daging Nasional Melimpah Jelang Idulfitri
Saham Asia Menguat Didorong AI, Waspada Gejolak Harga Minyak