Samsung Rancang Galaxy Z Fold 8 untuk Konsumsi Konten, Bukan Sekadar Produktivitas

- Kamis, 30 Juli 2026 | 13:00 WIB
Samsung Rancang Galaxy Z Fold 8 untuk Konsumsi Konten, Bukan Sekadar Produktivitas

Samsung mengubah arah desain Galaxy Z Fold 8 setelah mengamati perubahan perilaku pengguna ponsel layar lipat. Perusahaan menemukan bahwa perangkat foldable kini lebih sering digunakan untuk menonton video, bermain gim, dan menikmati konten digital, bukan hanya untuk produktivitas.

Temuan itu mendorong Samsung menghadirkan Galaxy Z Fold 8 dengan fokus pada pengalaman konsumsi konten. Perangkat ini melengkapi portofolio foldable Samsung yang sebelumnya mengandalkan seri Fold untuk produktivitas dan Flip untuk portabilitas.

COO Samsung Electronics, Wonjoon Choi, mengatakan pihaknya telah mempelajari perilaku pengguna sejak pertama kali meluncurkan kategori ponsel layar lipat pada 2019. Awalnya, Samsung menganggap seri Fold identik dengan produktivitas karena layar besarnya, sementara seri Flip menawarkan desain ringkas dan mudah dibawa. Namun, pengamatan selama enam tahun menunjukkan kebutuhan pengguna berkembang melampaui pembagian tersebut.

"Foldable menghadirkan layar besar yang sangat baik untuk produktivitas, sedangkan Flip untuk desain dan kemudahan dibawa. Namun setelah memahami perilaku pengguna secara mendalam, kami menyadari bahwa mereka menggunakan perangkat foldable lebih dari itu," kata Wonjoon Choi kepada jurnalis dalam sesi media in-depth briefing Galaxy Unpacked 2026 di London, Inggris, pada Selasa (21/7).

Menurut dia, salah satu perubahan paling terlihat adalah meningkatnya aktivitas konsumsi konten di perangkat layar lipat. Pengguna semakin sering memanfaatkan smartphone foldable untuk menikmati video, bermain gim, hingga berbagai bentuk hiburan digital lainnya. Kebiasaan inilah yang menjadi dasar pengembangan Samsung Galaxy Z Fold 8.

"Tahun ini kami memiliki tiga produk dalam jajaran foldable kami. Saya percaya kategori foldable kini menjadi semakin matang dan lengkap," ujarnya.

Wonjoon menjelaskan setiap perangkat kini memiliki peran yang lebih jelas. Seri Ultra tetap difokuskan untuk menghadirkan pengalaman produktivitas kelas premium. Sementara itu, Galaxy Z Fold 8 dirancang untuk media consumption, gaming, dan content consumption dengan pengalaman visual yang lebih optimal. Adapun lini Flip akan terus dikembangkan dengan mengedepankan desain dan kemudahan dibawa.

Ia pun menegaskan Samsung tidak melihat masa depan ponsel layar lipat akan didominasi oleh satu form factor saja. "Saya tidak percaya hanya satu form factor yang akan mendominasi kategori foldable. Saya yakin kami telah menghadirkan jajaran produk yang tepat untuk memenuhi seluruh kebutuhan baru para pengguna," katanya.

Asia Tenggara Siap Sambut Z Fold 8

Pandangan serupa juga disampaikan Vice President & Regional Head of Mobile Experience Business Samsung Electronics Southeast Asia & Oceania, Carl Nordenberg. Menurut dia, kehadiran Fold 8 sangat relevan dengan karakter pengguna smartphone di kawasan Asia Tenggara dan Oseania.

Menurutnya, masyarakat di kawasan tersebut merupakan pengguna yang mengutamakan perangkat mobile dalam aktivitas sehari-hari. Smartphone banyak digunakan untuk streaming, menjelajah internet, membaca, bermain gim, hingga membuat konten. "Form factor baru ini benar-benar menjawab kebutuhan banyak konsumen di kawasan kami," ujarnya.

Ia juga menyoroti semakin meningkatnya adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di perangkat mobile. Menurut Carl, layar yang lebih besar mampu memberikan pengalaman AI yang lebih optimal, baik untuk kebutuhan fotografi maupun produktivitas.

Dengan portofolio perangkat yang kini semakin beragam, Samsung meyakini setiap pengguna dapat memilih perangkat yang paling sesuai dengan kebutuhannya, tanpa harus mengorbankan pengalaman penggunaan. "Kami sangat antusias dengan berbagai hal yang akan dihadirkan perangkat ini bagi kawasan kami," katanya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags