Lalat Hinggap di Makanan, Kapan Harus Dibuang?

- Senin, 20 Juli 2026 | 10:24 WIB
Lalat Hinggap di Makanan, Kapan Harus Dibuang?

Makanan yang hanya dihinggapi seekor lalat selama beberapa detik umumnya masih aman dikonsumsi, terutama jika makanan baru dimasak dan sistem imun tubuh dalam kondisi baik. Namun, risiko kesehatan meningkat drastis jika banyak lalat mengerubungi makanan dalam waktu lama. Dalam kondisi itu, makanan sebaiknya tidak dikonsumsi karena lalat memiliki lebih banyak kesempatan memindahkan kuman.

Lalat rumah memang mengeluarkan cairan saat hinggap dan makan. Serangga ini tidak memiliki gigi atau rahang untuk mengunyah, sehingga mereka mengeluarkan air liur yang mengandung enzim untuk melarutkan makanan. Setelah makanan menjadi lebih cair, lalat mengisapnya melalui mulut berbentuk belalai. Proses ini sering disebut sebagai lalat "memuntahkan" cairan ke atas makanan.

Masalahnya, lalat rumah menghabiskan sebagian hidupnya di tempat yang tidak higienis. Mereka dapat memakan atau menyentuh tumbuhan busuk, daging mentah, sampah, hingga kotoran. "Lalat rumah berperan sebagai penghubung antara lingkungan yang bersih dan yang tercemar, bergerak bebas dari bahan-bahan yang terkontaminasi seperti limbah ke lingkungan di dalam dan sekitar rumah, serta ke sumber makanan dan air," tulis sebuah studi dalam makalah ilmiah tahun 2017.

Kuman yang Dibawa Lalat

Sebuah tinjauan ilmiah mengidentifikasi 130 patogen pada lalat rumah, termasuk jamur, virus, parasit, dan bakteri. Beberapa di antaranya dapat menimbulkan penyakit serius, terutama patogen bawaan makanan yang berpotensi menyebabkan keracunan dengan gejala mual, muntah, sakit perut, diare, dan demam.

Dalam penelitian di jurnal JDS Communications pada 2022, ilmuwan mengumpulkan lebih dari 100 lalat rumah di sekitar peternakan di New York, Amerika Serikat. Mereka menemukan bakteri seperti Salmonella, Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Bacillus cereus, dan Bacillus subtilis. Lalat dapat memindahkan mikroorganisme melalui kaki, bagian tubuh, cairan pencernaan, dan kotorannya.

Namun, keberadaan bakteri pada lalat tidak otomatis membuat setiap makanan yang dihinggapinya menyebabkan penyakit. Seseorang biasanya perlu terpapar patogen dalam jumlah tertentu sebelum mengalami infeksi atau keracunan makanan.

Kapan Makanan Sebaiknya Dibuang?

Jika hanya seekor lalat yang hinggap sebentar pada makanan yang baru dimasak, risikonya relatif rendah. Sebagian besar pakar kesehatan menilai makanan tidak harus langsung dibuang dalam situasi tersebut. Makanan panas atau baru dimasak juga cenderung memiliki tingkat kontaminasi awal yang lebih rendah dibandingkan makanan mentah atau yang sudah lama berada pada suhu ruang.

Meski demikian, risiko rendah tidak berarti bebas risiko. Lalat tetap dapat memindahkan kuman meskipun hanya hinggap dalam waktu singkat. Makanan lebih aman dibuang jika telah dikerubungi banyak lalat selama berjam-jam. Durasi kontak yang panjang dan jumlah lalat yang banyak meningkatkan peluang perpindahan patogen. Jika kondisi dan keamanan makanan sulit dipastikan, pilihan paling aman adalah tidak mengonsumsinya sama sekali.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags