Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, dijadwalkan akan melakukan kunjungan penting ke Gedung Putih pada 18 November 2025. Kunjungan kerja ini akan mempertemukannya dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam pertemuan bilateral yang sangat dinantikan.
Kunjungan Mohammed bin Salman ke Gedung Putih terjadi dalam konteks upaya diplomatik AS untuk memperluas Perjanjian Abraham. Sebelumnya, pemerintahan Trump berhasil membawa Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan, dan Maroko untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. Namun, Arab Saudi hingga saat ini masih menunjukkan keraguan untuk bergabung dalam perjanjian tersebut.
Sumber utama keraguan Saudi berasal dari belum adanya langkah konkrit menuju terbentuknya negara Palestina yang mandiri. Isu Palestina tetap menjadi pertimbangan utama dalam kebijakan luar negeri Kerajaan Arab Saudi terkait normalisasi hubungan dengan Israel.
Artikel Terkait
Promotor Senior Diduga Gelap Rp10 Miliar Dana Konser BTS
Pemerintah Buka 1.500 Kursi Vokasi Pertanian, 70% Prioritas Anak Petani
KPK Periksa Camat dan Dua Kepala Desa Terkait Kasus Bupati Pati
Pansel Segera Dibentuk, Pemerintah Buka Peluang untuk Pimpinan Baru OJK