FIFA Jatuhkan Sanksi Berat ke Argentina Usai Kericuhan Final Piala Dunia 2026

- Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:16 WIB
FIFA Jatuhkan Sanksi Berat ke Argentina Usai Kericuhan Final Piala Dunia 2026

Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) menjatuhkan sanksi disiplin berat kepada sejumlah pemain dan Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) menyusul kericuhan yang terjadi setelah laga final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol. Hukuman tersebut mencakup larangan bertanding dan denda hingga ratusan ribu dolar AS.

Gelandang Argentina, Leandro Paredes, menerima sanksi terberat berupa larangan tampil dalam 10 pertandingan dan denda 90.000 dolar AS atau sekitar Rp1,6 miliar. Bek Nahuel Molina juga dijatuhi larangan bermain di tujuh laga serta denda yang sama besar karena memukul pemain Spanyol.

Insiden itu terjadi pada Jumat (21/8/2026) di New Jersey, Amerika Serikat, sebulan setelah pertandingan final yang dimenangkan Spanyol 1-0 melalui gol Ferran Torres di babak tambahan. Bentrokan antarpemain pun pecah di lapangan.

Selain Paredes dan Molina, Komite Disiplin FIFA menghukum pemain Argentina Thiago Almada dan pemain Spanyol Gavi dengan larangan tampil satu pertandingan serta denda masing-masing 30.000 dolar AS. Asisten pelatih Argentina, Roberto Ayala, juga dikenai sanksi larangan mendampingi tim dalam tiga pertandingan dan denda 30.000 dolar AS.

Sesuai Pasal 69 Kode Disiplin FIFA, larangan bertanding berlaku untuk laga-laga resmi berikutnya yang dijalani tim nasional perwakilan masing-masing. Pelanggaran yang dilakukan meliputi aksi pemukulan, penganiayaan, hingga insiden pendorongan pemain di lapangan.

Denda dan Sanksi Tambahan untuk AFA

FIFA juga mengenakan denda total 321.000 dolar AS atau sekitar Rp5,65 miliar kepada AFA atas serangkaian pelanggaran. Ini termasuk penggunaan acara olahraga untuk demonstrasi non-olahraga, diskriminasi dan perilaku rasis suporter, serta pengibaran spanduk Kepulauan Falkland seusai laga semifinal melawan Inggris.

Akibat perilaku diskriminatif pendukungnya, Argentina diwajibkan menggelar dua pertandingan kandang kualifikasi berikutnya dengan pembatasan kapasitas penonton maksimal 50 persen. FIFA menetapkan denda khusus terkait spanduk Kepulauan Falkland sebesar 10.000 dolar AS dari total denda tersebut.

Dari total denda AFA, FIFA memerintahkan alokasi 100.000 dolar AS untuk program pemberantasan diskriminasi dan rasisme. FIFA juga menerapkan penangguhan pelaksanaan sanksi untuk satu dari dua pertandingan kandang serta denda 100.000 dolar AS di bawah masa percobaan.

Langkah Banding AFA

Menanggapi putusan itu, direktur urusan hukum AFA, Andrés Patón Urich, mengonfirmasi bahwa pihak federasi sedang menyiapkan berkas pembelaan untuk mengajukan banding ke Komite Banding FIFA. Fokus utama mereka adalah meringankan sanksi yang dijatuhkan kepada Paredes dan Molina.

"Mengapa wasit tidak bisa berbicara kepada penonton dari stadion Real Madrid?" ujar Andrés Patón Urich.

AFA mengacu pada preseden sanksi Lionel Messi pada 2017 yang berhasil dibatalkan setelah pengajuan pembelaan. Jika upaya banding di tingkat FIFA tidak membuahkan hasil, AFA menyatakan siap membawa sengketa hukum ini ke Mahkamah Arbitrase Olahraga (CAS).

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.