Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memperkuat kerja sama dengan kementerian dan lembaga untuk melindungi anak-anak Indonesia dari ancaman radikalisme yang semakin masif di ruang digital. Langkah ini dilakukan dalam kerangka Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN-PE).
Kepala BNPT Komjen Pol (Purn) Eddy Hartono menyampaikan hal tersebut dalam acara Kolaborasi Implementasi Pemenuhan Hak dan Perlindungan Korban Ekstremisme Berbasis Kekerasan dan Tindak Pidana Terorisme di Jakarta, Jumat (21/8). Menurutnya, kolaborasi ini menjadi bagian penting untuk merespons tantangan yang kian kompleks.
"Dalam kerangka RAN-PE, BNPT juga sedang melakukan upaya kolaborasi bersama Kementerian/Lembaga untuk memperkuat perlindungan terhadap anak-anak Indonesia dari ancaman radikalisme yang semakin masif di ruang digital," kata Eddy.
Sementara itu, Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Lodewijk Freidrich Paulus, mengingatkan bahwa pekerjaan pencegahan terorisme belum selesai. Ia menyoroti pergeseran pola radikalisasi yang kini banyak memanfaatkan ruang digital.
"Pekerjaan kita belum selesai. Tantangan ke depan semakin kompleks dengan adanya pergeseran pola radikalisasi, termasuk ancaman di ruang digital," ujar Lodewijk.
Ia menekankan perlunya memperkuat perlindungan dan pemulihan korban, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman ekstremisme kekerasan. Salah satu langkah konkret yang disarankan adalah memperkuat kapasitas pendamping dan ekosistem sosial agar ramah terhadap penyintas, serta mencegah retraumatisasi di ruang publik maupun ruang digital.
"Kita harus menolak segala bentuk intoleransi dan ekstremisme kekerasan di bumi Indonesia," tegasnya.
Lodewijk menegaskan pemerintah akan terus meningkatkan kewaspadaan nasional terhadap aksi terorisme. Ia mengajak semua pihak menjaga komitmen untuk mencapai zero attack terhadap serangan terorisme.
"Sambil terus kita tingkatkan kewaspadaan nasional terhadap aksi terorisme. Mari kita jaga bersama zero attack terhadap serangan terorisme," kata dia.