Abdul Fathir (23), mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas saat dalam perjalanan pulang dari kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) di Kabupaten Kolaka. Peristiwa tragis itu terjadi di Jalan poros umum Unaaha-Kendari, tepatnya di Desa Lalohao, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, pada Selasa (18/8).
Kecelakaan berawal ketika Fathir mengendarai sepeda motor Honda Vario bernomor polisi DT 2474 ZF berboncengan dengan rekannya, Herlyn (21). Keduanya melaju dari arah Unaaha menuju Kendari. Sesampainya di lokasi kejadian, motor yang dikendarai Fathir diduga tiba-tiba melebar ke jalur kanan. Pada saat bersamaan, sebuah mobil Mitsubishi Pajero Sport dengan nomor polisi DT 1259 A melaju dari arah berlawanan, sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.
Mobil tersebut ditumpangi oleh Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, Ardin, dan dikemudikan oleh sopirnya, Nandar (40). Akibat benturan keras, Fathir mengalami luka parah di bagian kepala, pendarahan, serta memar di dada. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.
“Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak tertolong. Dinyatakan meninggal dunia,” ujar Kasat Lantas Polres Konawe, Iptu Chaidir Akbar, kepada wartawan pada Kamis (20/8).
Sementara itu, Herlyn menderita patah tulang paha kanan dan luka lecet. Saat ini ia menjalani perawatan intensif di RSUD Kabupaten Konawe. Beruntung, Ardin dan sopirnya selamat tanpa luka berarti. Namun, mobil yang ditumpanginya mengalami kerusakan dengan kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 20 juta.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, serta mengamankan kedua kendaraan ke Pos Lantas Polres Konawe untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Artikel Terkait
Kabut Asap Karhutla Diduga Picu Kecelakaan Truk di Banjar
Tiga Tewas dalam Kecelakaan Adu Banteng di Mojokerto
Kecelakaan di Bojonegoro, Dai Kiai Anwar Zahid Selamat
Dua Mobil Tabrakan di Pantura Cirebon, Diduga Sopir Mengantuk