Dua Mobil Tabrakan di Pantura Cirebon, Diduga Sopir Mengantuk

- Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:20 WIB
Dua Mobil Tabrakan di Pantura Cirebon, Diduga Sopir Mengantuk

Kecelakaan lalu lintas melibatkan dua mobil terjadi di Jalur Pantura Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Senin (10/8/2026) pagi. Peristiwa ini terekam kamera pengawas dan videonya menyebar luas di media sosial. Tidak ada korban jiwa, namun kedua kendaraan mengalami kerusakan parah dan kerugian materiel ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Kanit Gakkum Polres Cirebon Kota, Ipda Johan, mengungkapkan dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah pengemudi salah satu mobil yang mengantuk. "Jadi kronologinya, diduga kendaraan dari arah barat ke timur atau Cirebon ke Mundu, sopir diduga mengantuk lalu menabrak median jalan lalu masuk ke jalur berlawanan. Di jalur berlawanan melintas mobil lain dan terjadi serempetan. Mobil yang ditabrak terus melaju dan menabrak warung di pinggir jalan," ujarnya, Selasa (11/8/2026).

Berdasarkan rekaman CCTV, kecelakaan berawal saat mobil bernomor polisi D 1407 XHF melaju dari arah Cirebon menuju Mundu. Kendaraan tersebut tiba-tiba oleng ke kanan dan menghantam median jalan. Benturan keras membuat mobil berpindah ke jalur berlawanan. Pada saat bersamaan, melintas kendaraan lain dengan nomor polisi E 1529 yang datang dari arah berlawanan.

Pengemudi mobil D 1407 XHF sempat berusaha menghindari tabrakan langsung, namun mobilnya kembali menghantam median dan akhirnya terguling. Sementara itu, pengemudi mobil E 1529 yang berusaha menghindar dengan banting setir ke kiri, justru keluar dari jalur dan menabrak sebuah warung di tepi jalan.

Meski benturan cukup keras, tidak ada korban jiwa. Kedua kendaraan mengalami kerusakan parah di bagian depan, dan warung yang tertabrak juga rusak. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, namun dugaan sementara mengarah pada pengemudi yang kehilangan konsentrasi akibat mengantuk.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags