Sejarawan Anhar Gonggong menilai akar masalah demokrasi Indonesia tidak hanya terletak pada sistem, melainkan juga pada partai politik yang gagal menjalankan fungsi kaderisasi pemimpin. Menurutnya, partai seharusnya menjadi tempat mendidik calon pemimpin, tetapi kenyataannya tidak demikian.
"Partai kita itu tidak mengkader orang untuk menjadi pemimpin. Padahal tujuan utama dari partai itu mendidik orang untuk menjadi pemimpin," kata Anhar dalam kanal YouTube Prof Anhar Gonggong, Rabu (19/8/2026).
Ia mencontohkan dinamika internal PDI Perjuangan terkait kasus buronan Harun Masiku, di mana calon legislator dengan nomor urut lebih rendah berupaya menggantikan kader yang justru meraih suara lebih tinggi. "Dari mana masuk akalnya sebagai kader," ujar Anhar mempertanyakan logika pergantian tersebut.
Menurutnya, Indonesia sebenarnya memiliki banyak aturan yang baik, tetapi lemah dalam penegakan. "Kesulitan kita adalah kita pandai membuat aturan, pada saat yang bersamaan kita juga pandai menginjak-injaknya kembali," katanya.
Artikel Terkait
Soekarno Cup 2026 Resmi Bergulir, Pembinaan Karakter Generasi Muda Lewat Sepak Bola
Soekarno Cup 2026 Digelar di Surabaya, 16 Tim Berlaga
PDIP Soroti Kasus Pengeroyokan di Tabanan, Siap Beri Bantuan ke Keluarga Korban
Prabowo Sebut Hati PDIP Sama dengan Pemerintahannya