Amri/Nita Bidik Medali di Kejuaraan Dunia Usai Tembus 16 Besar

- Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:15 WIB
Amri/Nita Bidik Medali di Kejuaraan Dunia Usai Tembus 16 Besar

Pasangan ganda campuran Indonesia, Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah, memastikan langkah ke babak 16 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026 di New Delhi, India, setelah menundukkan wakil Turki, Emre Sonmez/Yasemen Bektas, dua gim langsung 21-14, 21-10 pada Rabu (19/8/2026). Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi pasangan yang baru pertama kali tampil di ajang bergengsi tersebut.

Target tinggi langsung dipasang Amri/Nita. Mereka tidak hanya ingin tampil maksimal, tetapi juga membawa pulang medali untuk Indonesia. "Ini Kejuaraan Dunia pertama kami dan tidak semua pemain mendapat kesempatan seperti ini. Karena itu, kami bertekad memaksimalkannya. Mudah-mudahan bisa meraih hasil terbaik dan membawa pulang medali. Itu target kami," ujar Amri dalam keterangan resmi PBSI.

Persiapan matang menjadi kunci keberhasilan mereka di laga perdana. Jeda tiga hari sebelum pertandingan dimanfaatkan dengan baik untuk memulihkan kondisi fisik, menyesuaikan diri dengan lapangan, serta mengembalikan fokus. Strategi yang disusun pun berjalan efektif di lapangan.

Sepanjang pertandingan, Amri/Nita menunjukkan permainan taktis untuk meredam perlawanan alot dari pasangan Turki. Mereka juga beradaptasi dengan pergerakan angin yang memengaruhi jalannya laga. "Sejak awal kami sudah bisa masuk ke permainan dan mencoba bermain lebih taktis karena mereka pasangan yang cukup bagus. Pertahanan mereka juga kuat sehingga kami harus beberapa kali melakukan serangan untuk mendapatkan poin," kata Nita.

Kondisi lapangan yang berubah setiap gim menuntut kedisiplinan dan kesabaran ekstra. Perubahan pola main dari gim pertama ke gim kedua menjadi kunci kemenangan mereka. "Pada gim pertama kami bermain dalam kondisi kalah angin, jadi kami mencoba lebih sabar menahan pola permainan hingga lawan kesulitan. Pada gim kedua kondisinya lebih nyaman karena kami bermain dengan menang angin," jelas Nita.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags