Pembalap MotoGP asal Italia, Luca Marini, mengusulkan agar kalender balap musim depan dibuat lebih padat. Bukan berarti ia ingin jumlah seri ditambah, melainkan agar jeda antarbalapan lebih singkat sehingga waktu libur musim dingin bisa lebih panjang.
MotoGP 2026 dijadwalkan menggelar 22 seri, sama seperti musim lalu. Sejak 2022, jumlah seri per musim perlahan meningkat hingga minimal 20 kali setahun. Namun, menurut Marini, padatnya jadwal dengan jeda satu hingga dua pekan justru meningkatkan risiko cedera dan membuat pembalap cepat jenuh.
Pembalap tim Honda HRC Castrol itu justru menginginkan kebalikannya: jadwal yang lebih rapat di antara dua balapan. Dengan begitu, jeda panjang bisa diberikan saat musim dingin.
“Buat saya, jadwal tahun ini tidaklah ideal. Menurut saya, kami harus lebih memadatkan jadwal di antara dua balapan untuk membuat jeda yang lebih panjang saat musim dingin,” ujar Marini, dikutip dari Crash, Selasa (18/8/2026).
Musim ini, MotoGP 2026 dijadwalkan rampung pada 29 November, sementara musim baru akan dimulai pada 5-7 Maret. Jeda yang hanya sekitar tiga bulan itu dinilai Marini terlalu pendek.
Waktu Pemulihan Minim
Menurut Marini, waktu yang sempit antara akhir musim dan seri pertama menyulitkan pembalap untuk meningkatkan kondisi fisik. Apalagi jika masih ada cedera bawaan, situasinya semakin tidak ideal.
“Faktanya, saat ini kami tidak memiliki waktu entah untuk memulihkan diri atau yang lebih penting, tidak punya waktu untuk mempersiapkan diri untuk musim berikutnya,” keluh Marini.
“Dengan kalender balap saat ini, tidak ada jeda sama sekali. Saya harus berlatih sepanjang tahun,” tandas adik tiri Valentino Rossi tersebut.
Sementara itu, MotoGP 2026 akan berlanjut pada 28-30 Agustus. Seri ke-13 bertajuk MotoGP Aragon 2026 akan digelar di Sirkuit MotorLand Aragon, Alcaniz, Spanyol.