Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan situasi di Aceh telah kembali terkendali setelah sempat terjadi kericuhan pada peringatan Hari Damai Aceh ke-21, Sabtu (15/8). Ia menegaskan, aparat keamanan telah mengambil langkah-langkah penanganan terhadap sejumlah kegiatan yang muncul di beberapa wilayah, termasuk di Aceh.
"Beberapa kegiatan yang tentunya muncul di beberapa waktu terakhir di beberapa wilayah, seluruh jajaran tentunya sudah melaksanakan langkah-langkah dan saat ini situasinya seluruhnya sudah terkendali," kata Listyo di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (17/8).
Polri, lanjut Listyo, terus melakukan upaya untuk memastikan kondisi keamanan tetap terjaga. "Saat ini situasinya seluruhnya sudah terkendali," ujarnya.
Kericuhan terjadi saat masyarakat Aceh memperingati Hari Damai Aceh di Masjid Baiturrahman, Banda Aceh. Acara yang mengenang penandatanganan nota kesepahaman Helsinki antara pemerintah RI dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 15 Agustus 2005 itu sempat berjalan lancar, hingga muncul pengibaran bendera Bulan Sabit.
Aparat keamanan kemudian menurunkan bendera tersebut, yang memicu bentrok antara massa dan petugas. Setelah itu, situasi berangsur kondusif. Sejumlah kelompok massa mulai membubarkan diri dari lokasi, sementara personel TNI-Polri berjaga untuk mengamankan keadaan.
Artikel Terkait
KSAD Dukung Polri Tegakkan Hukum di Aceh Usai Pengibaran Bendera Bulan Bintang
Menko Polkam Minta Warga Jaga Perdamaian dan Hormati Simbol Negara
Pemerintah Targetkan Revisi UU Pemerintahan Aceh Rampung Tahun Ini
Menko Polkam Ajak Masyarakat Jaga Perdamaian di Aceh dan Papua