Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) selama tujuh hari pertama. Langkah ini ditempuh untuk memastikan masyarakat yang selamat dari bencana tetap mendapat akses terhadap layanan esensial.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyatakan, pemerintah bersama kementerian/lembaga dan BUMN berupaya memulihkan layanan dasar seperti listrik, air, bahan bakar minyak (BBM), dan komunikasi agar kembali berfungsi secara terbatas. “Di tujuh hari pertama kita peras sekuat tenaga agar kebutuhan dasar masyarakat terdampak ini betul-betul terlayani,” ujarnya, Minggu (16/8).
Menurut Suharyanto, pemulihan pada tahap awal ini tidak berarti seluruh layanan langsung normal kembali. Targetnya, layanan tersebut setidaknya fungsional sehingga dapat menunjang aktivitas warga dan distribusi bantuan. “Infrastruktur, komunikasi, listrik, air, BBM, ini diharapkan pulih secara terbatas, artinya fungsional,” jelasnya.
Selain itu, akses transportasi di sejumlah wilayah yang sempat terputus mulai terbuka kembali. Salah satunya jalur dari Ruteng menuju Reo yang sebelumnya tidak dapat dilalui akibat longsor. “Per malam ini sudah tidak ada lagi jalan yang tidak bisa dilalui oleh kendaraan karena sudah bisa ditembus,” kata Suharyanto.
Untuk layanan komunikasi, listrik, air, dan BBM di daratan Flores, sebagian besar telah pulih secara terbatas. Namun, pemerintah masih memberikan perhatian khusus terhadap wilayah kepulauan yang terdampak. “Untuk komunikasi, listrik, dan air, termasuk BBM untuk daratan Flores ini rata-rata sudah pulih secara terbatas. Tapi informasi tadi malam di Pulau Palu ini yang butuh penetrasi sehingga besok kami monitor,” tuturnya.
Artikel Terkait
BNPB Catat 198 Hotspot di Kalimantan Barat, Karhutla Meluas
Wakil Ketua DPR Berduka atas Wafatnya Relawan Gempa NTT
Camat di Manggarai Timur Meluapkan Kemarahan atas Penyaluran Bantuan Bencana
Relawan Bantuan Gempa NTT Meninggal Saat Misi Kemanusiaan