Kementerian Sosial (Kemensos) mengerahkan bantuan senilai Rp4,52 miliar untuk warga terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut mencakup logistik, dapur umum, serta santunan bagi ahli waris korban meninggal dunia.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono memastikan pemerintah tidak akan membiarkan warga menghadapi bencana sendirian. "Prinsipnya, kalau ada yang menjadi kebutuhan di lokasi bencana, Kemensos siap memberikan dukungan. Kami sudah mempersiapkan logistik yang ada di gudang-gudang yang kami miliki," ujarnya dalam rapat koordinasi penanganan bencana di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Minggu (16/8/2026).
Agus memaparkan, bantuan logistik mulai dimobilisasi dari Sentra Efata di NTT dan gudang Dinas Sosial Provinsi NTT. "Dari Sentra Efata akan kita geser ke Kabupaten Nagekeo. Kemudian, dari gudang Dinas Sosial Provinsi NTT juga akan kita geser ke Nagekeo, kemudian ke Maumere, Sikka, Ende, dan Manggarai Timur," jelasnya.
Kemensos menyiapkan 1.000 paket sembako untuk Nagekeo dan Manggarai Timur, 48 ton beras, serta penguatan dapur umum di Nagekeo, Sikka, dan Manggarai. Dapur umum diperkirakan melayani lebih dari 457 ribu porsi selama tujuh hari.
"Kemensos mendukung kebutuhan-kebutuhan darurat, terutama permakanan, pakaian, dan tenda darurat. Kita sedang mobilisasi dari tiga gudang," kata Agus. Tiga gudang tersebut berada di Bekasi, Sentra Efata di NTT, dan gudang Dinas Sosial Provinsi NTT.
Bagi korban meninggal dunia, Kemensos memberikan santunan sebesar Rp15 juta kepada setiap ahli waris. Agus meminta para bupati dan kepala dinas sosial segera mendata korban agar santunan dapat segera disalurkan.
Berdasarkan laporan sementara hingga Minggu pukul 07.50 WITA, tercatat 3.839 jiwa mengungsi, 47 orang meninggal dunia, dan 110 orang luka-luka. Pendataan masih terus berlangsung.
Koordinasi Lintas Sektor
Pemerintah pusat mempercepat penanganan gempa melalui koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah. Dua posko nasional disiapkan di Labuan Bajo dan Maumere. Bantuan yang dikerahkan meliputi tenda, permakanan, genset, dan logistik, termasuk memanfaatkan stok bantuan sisa penanganan erupsi Lewotobi Laki-Laki. Pemerintah juga menyiapkan perbaikan rumah warga berdasarkan tingkat kerusakan hingga relokasi.
Di sisi infrastruktur, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mempercepat penanganan jalan nasional dan jembatan yang putus agar akses transportasi dan distribusi logistik kembali terbuka. Bantuan Presiden RI Prabowo Subianto juga mulai didistribusikan menggunakan pesawat Hercules.
Rapat koordinasi dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, dan dihadiri sejumlah pejabat, antara lain Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri PU Dody Hanggodo, Kepala Basarnas Mohammad Syafii, Kepala BNPB Suharyanto, dan Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus. Turut hadir Pangdam Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko, serta sejumlah direktur BUMN dan kepala daerah terdampak.
Artikel Terkait
BNPB Dirikan Dua Posko Gempa di Flores untuk Percepat Penanganan
Kemensos Kerahkan Bantuan dan Siapkan Santunan untuk Korban Gempa NTT
Polri Kerahkan 137 Personel dan Tim K9 untuk Perkuat Penanganan Gempa di Flores
Prabowo Sampaikan Duka dan Perintahkan Percepatan Penanganan Gempa NTT