Polri mengirimkan 2,5 ton bantuan logistik ke Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui jalur udara menyusul terputusnya akses darat di sejumlah wilayah akibat bencana. Bantuan tersebut diangkut menggunakan pesawat Polri dari Pondok Cabe, Tangerang Selatan, menuju Labuan Bajo, sekaligus membawa personel tambahan.
Karopenmas Divhumas Polri Kombes Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, penerbangan memakan waktu sekitar tiga jam. "Kecepatan sangat dibutuhkan karena beberapa jalur darat ada yang terputus," ujarnya di Mako Poludara Pondok Cabe, Minggu (16/8).
Untuk mempercepat penanganan di lapangan, Polri menyiagakan satu unit pesawat Cassa di NTT. Pesawat ini akan digunakan oleh Kapolda NTT dan jajaran Forkopimda untuk menjangkau daerah terdampak seperti Labuan Bajo dan Ende.
Selain pesawat Cassa, tiga unit helikopter AW-169 juga dikerahkan untuk mendistribusikan logistik ke daerah terisolir yang sulit diakses kendaraan darat. "Helikopter AW-169 peruntukannya tentu untuk memberikan distribusi-distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak yang memiliki jangkauan terisolir, terbatas, dan untuk kecepatan," jelas Trunoyudo.
Dengan angkutan udara ini, diharapkan bantuan berupa kebutuhan pokok, tenda peleton, hingga peralatan medis dapat segera menyasar wilayah prioritas seperti Kabupaten Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur.
"Bapak Kapolri juga memerintahkan kelengkapan-kelengkapan lain secara berkelanjutan (sustainable) untuk terus kita kirimkan bantuan serta kekuatan personel dan kelengkapannya ke Polda NTT," pungkas Trunoyudo.
Artikel Terkait
Mendagri Pastikan Penanganan Gempa NTT Fokus pada Penyelamatan dan Pemulihan Layanan Dasar
Pemprov DKI Siap Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Gempa M7,7 di NTT: Lebih dari 5.900 Warga Mengungsi, 47 Tewas
Polri Kerahkan 21 Personel dan 10 Anjing K9 ke NTT untuk Percepat Evakuasi Bencana