Polri menerbangkan 21 personel Direktorat Kepolisian Satwa (Ditpolsatwa) Baharkam beserta 10 ekor anjing pelacak (K9) ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (16/8). Langkah ini diambil untuk mempercepat proses evakuasi dan pencarian korban terdampak bencana alam di wilayah tersebut.
Keberangkatan tim K9 ini merupakan bagian dari misi kemanusiaan berkelanjutan atas arahan langsung Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Mereka berangkat dari Mako Polisi Udara Korpolairud, Pondok Cabe, Tangerang Selatan.
"Pagi ini kami berangkatkan kembali kelengkapan personel khusus kompetensi SAR dari Direktorat Polsatwa. Kita berangkatkan 21 personel Ditpolsatwa dan 10 ekor K9 dengan kompetensi pencarian korban," ujar Karopenmas Divhumas Polri Kombes Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko di Mako Poludara Pondok Cabe, Tangerang Selatan.
Setibanya di Bandara Labuan Bajo, pergerakan tim akan dikoordinasikan oleh Polda NTT untuk disebar ke wilayah-wilayah terdampak. Ada tiga daerah yang menjadi prioritas utama pencarian korban.
"Terutama ada beberapa daerah yang perlu dilakukan langkah-langkah mitigasi dan pencarian korban, yaitu di Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur," jelas Trunoyudo.
Aspek kecepatan menjadi faktor kunci dalam penanganan tanggap darurat bencana saat ini. Kemampuan spesifik anjing pelacak K9 sangat dibutuhkan untuk mengendus keberadaan korban yang tertimbun material maupun yang berada di medan sulit dijangkau.
"Karena kecepatan paling utama. Pencarian ini sangat-sangat dibutuhkan oleh saudara-saudara kita di sana. Yang paling utama adalah Polri bagaimana memberikan evakuasi penyelamatan bagi korban-korban yang masih selamat," tegasnya.
Pemberangkatan tim Polsatwa dan K9 ini melengkapi 137 personel SAR Brimob (Danpas Pelopor), tim medis lapangan, serta logistik yang telah diberangkatkan sebelumnya. Polri memastikan pemetaan kebutuhan logistik dan personel di lapangan akan terus diperbarui secara berkelanjutan.
Artikel Terkait
Pemerintah Kirim 27 Ton Bantuan Logistik ke NTT
BNPB Minta Enam Kabupaten di NTT Segera Tetapkan Status Darurat
Mendagri Pastikan Penanganan Gempa NTT Fokus pada Penyelamatan dan Pemulihan Layanan Dasar
Pemprov DKI Siap Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT