Rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Ibu Kota Nusantara (IKN) diwarnai dengan karnaval kebudayaan yang digelar pada Sabtu (15/8/2026). Ribuan warga tampak memadati kawasan IKN, menambah semarak acara yang menampilkan keberagaman budaya Nusantara.
Berdasarkan pantauan iNews Media Group, para peserta terlihat berkelompok menunggu di garis start di depan Kemenko 1. Mereka kemudian berjalan menuju panggung kehormatan setelah dilepas langsung oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono. Sebanyak 1.215 peserta turut ambil bagian dalam karnaval ini.
Para peserta mengenakan beragam pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Sesekali, mereka menampilkan gerakan tari mengikuti iringan lagu-lagu populer. Beberapa kesenian tradisional seperti reog Ponorogo juga turut memeriahkan acara.
Peserta karnaval berasal dari berbagai unsur, mulai dari masyarakat umum, sekolah, kedeputian, sanggar seni, hingga sekretariat OIKN. Keberagaman ini mencerminkan semangat kebinekaan yang menjadi ciri khas Indonesia.
Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono, mengungkapkan bahwa peringatan HUT ke-81 RI tidak hanya diisi dengan karnaval budaya. Pihaknya juga menyiapkan berbagai kegiatan lain, seperti lari dan hiburan untuk warga.
"Kita ini, kalau besok kan sudah masuk ke persiapan untuk tanggal 17. Nah ini kita coba, ini karnaval, kemudian ada night merdeka, night merdeka run itu juga ada 3 ribu lebih, kemudian ditutup dengan renungan malam," kata Basuki.
Dalam kesempatan tersebut, Basuki turut memeriahkan karnaval dengan mengenakan pakaian adat Yogyakarta. Ia menjelaskan bahwa pakaian yang dikenakannya hari ini berbeda dengan yang akan dipakai saat upacara 17 Agustus nanti.
"Surjan lurik Jogja. Karena nanti kalau ada yang upacara kan pakai yang Balikpapan, jadi ya," ujarnya.
Artikel Terkait
Istana Wakil Presiden di IKN Dibuka untuk Umum Selama Tiga Hari
Gedung DPR di IKN Siapkan Plaza Kerakyatan untuk Ruang Demo, Kapasitas 800 Orang
Karnaval HUT ke-81 RI di IKN: 1.215 Peserta Tampilkan Ragam Budaya Nusantara
Basuki Pastikan Pembangunan IKN Tetap Berjalan Meski Tak Masuk Program Prioritas