Mohamad Rohmadi Resmi Pimpin Kejari Bojonegoro, Gantikan Zondri

- Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:50 WIB
Mohamad Rohmadi Resmi Pimpin Kejari Bojonegoro, Gantikan Zondri

Kejaksaan Negeri Bojonegoro kembali memiliki pimpinan definitif. Mohamad Rohmadi resmi dilantik sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Bojonegoro, menggantikan Zondri yang sebelumnya meninggalkan jabatan tersebut. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan digelar di Aula Sasana Adhyaksa, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Kamis (13/8/2026).

Pelantikan ini sekaligus mengakhiri masa kekosongan jabatan yang selama ini diisi oleh pelaksana tugas (Plt) Martha Parulina Berliana, pejabat dari Kejati Jatim. Dengan demikian, Rohmadi kini bertugas memimpin jajarannya dalam menjalankan penegakan hukum di wilayah Kabupaten Bojonegoro.

Dalam agenda yang sama, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Abdul Qohar juga melantik tujuh pejabat eselon III lainnya di lingkungan Kejati Jatim. Mereka adalah Muhamad Hamdan sebagai Asisten Pengawasan, Muhammad Ali Akbar sebagai Asisten Tindak Pidana Umum, serta Kristanti Yuni Purnawanti sebagai Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara. Selain itu, Adung Sutranggono dilantik sebagai Kajari Kota Malang, Suseno sebagai Kajari Kota Pasuruan, Ujang Sutisna sebagai Kajari Tuban, dan Anggara Suryanagara sebagai Kajari Tanjung Perak.

Abdul Qohar menyebut pelantikan ini merupakan bagian dari penyegaran organisasi untuk menghadapi tantangan penegakan hukum yang terus berkembang. Menurutnya, perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi di era digital menuntut jajaran Adhyaksa bekerja secara cermat, terukur, dan responsif terhadap berbagai persoalan masyarakat.

"Saya mendorong kita semua, agar lebih meningkatkan rasa dalam memahami isu terkini di tengah masyarakat. Penegakan hukum harus mengutamakan kemanfaatan dan keadilan, barulah kepastian," ujar Abdul Qohar, Sabtu (15/8/2026).

Abdul Qohar kemudian memberikan tiga arahan strategis kepada para pejabat yang baru dilantik. Pertama, para pejabat diminta segera melakukan konsolidasi secara internal maupun eksternal. Kedua, melakukan mitigasi terhadap berbagai risiko di setiap bidang dan wilayah hukum masing-masing. Ketiga, meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan memastikan penegakan hukum berjalan tegas, berintegritas, objektif, transparan, dan terpercaya.

Pelantikan tersebut dihadiri Wakajati Jatim beserta jajaran pejabat utama, Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Jawa Timur dan pengurus, serta para kepala kejaksaan negeri se-Jawa Timur. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelantikan Ketua IAD Daerah dan ditutup dengan acara pisah sambut pejabat.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags