Gempa M7,7 Guncang NTT, Lima Orang Dilaporkan Tewas

- Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:51 WIB
Gempa M7,7 Guncang NTT, Lima Orang Dilaporkan Tewas

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu pagi, menimbulkan korban jiwa. Gubernur NTT, Melki Laka Lena, melaporkan bahwa lima orang meninggal dunia akibat peristiwa tersebut.

"Berdasarkan informasi yang saya terima saat ini, jumlah korban meninggal sudah lima orang," kata Melki dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2026).

Informasi itu disampaikan Melki saat menggelar jumpa pers bersama pihak terkait, termasuk BMKG, BPBD, SAR, TNI, dan Polri, untuk membahas penanganan lanjutan dampak gempa di Flores. Dua korban meninggal berada di Maumere, Kabupaten Sikka, dan tiga lainnya di Kabupaten Manggarai. Melki menduga korban tewas akibat reruntuhan bangunan yang ambruk saat gempa terjadi. "Tetapi, kami akan pastikan lagi penyebabnya karena apa," ujarnya.

Melki menambahkan, data detail mengenai korban jiwa dan luka-luka akan disampaikan setelah dirinya kembali dari Flores. "Siang nanti kami akan berangkat ke Flores dan sore nanti kami sampaikan update-nya lagi, mulai dari korban jiwa serta kerusakan," tambahnya.

Gempa utama terjadi pada pukul 04.58.24 WIB. Pusat gempa berada di laut, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. Hingga pukul 07.07 WIB, tercatat 37 aktivitas gempa susulan. Gempa susulan terbesar berkekuatan magnitudo 6,2 terjadi pada pukul 05.13 WIB dan 05.28 WIB, disusul magnitudo 5,6 pada pukul 05.37 WIB, serta gempa susulan lain dengan magnitudo 5,5. Berdasarkan informasi sementara, gempa-gempa susulan tersebut tidak berpotensi tsunami.

Akibat gempa, sejumlah ruas jalan di Flores putus dan terjadi longsor. Tim gabungan masih melakukan penanganan dan pendataan kerusakan lebih lanjut.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.