Indonesia Sepakat Ekspor 200.000 Ton Beras Premium ke Malaysia

- Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:31 WIB
Indonesia Sepakat Ekspor 200.000 Ton Beras Premium ke Malaysia

Indonesia dan Malaysia mencapai kesepakatan ekspor beras premium sebanyak 200.000 ton. Pengiriman perdana direncanakan sebesar 1.000 ton dalam waktu dekat, dengan total nilai transaksi mencapai Rp3,4 triliun.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengungkapkan bahwa harga yang disepakati adalah 3,9 ringgit Malaysia atau setara Rp17.000 per kilogram. Kesepakatan ini tercapai setelah ia berkomunikasi dengan Menteri Pertanian Malaysia, Datuk Seri Mohamad Sabu, melalui sambungan telepon.

"Ekspor ini kalau bisa minggu ini diberangkatkan 1.000 ton secara bertahap karena kebutuhan Sarawak saja 200.000 ton. Dan untuk satu Malaysia 1,5-1,7 juta ton per tahun," kata Amran dalam konferensi pers di kediamannya pada Jumat (15/8/2026) malam.

"Insyaallah harga yang diberikan per kg, ini yang ditunggu-tunggu, itu 3,9 ringgit atau Rp17.000 per kg. Alhamdulillah," sambungnya.

Pemerintah Malaysia disebut menyambut baik rencana tersebut dan mendorong peningkatan volume ekspor dari Indonesia. Amran menuturkan bahwa Mohamad Sabu mengapresiasi langkah ini dan berkomitmen mempercepat proses ekspor.

"Beliau mengapresiasi dan beliau akan mempercepat dan kata-katanya tadi memperkaya, maksudnya memperbanyak ekspor dari Indonesia ke Malaysia. Kami cukup lama tadi bicara via telepon untuk menyetujui rencana ekspor ini," katanya.

Ekspor ini menjadi kabar baik bagi Indonesia setelah pemerintah mengklaim kondisi perberasan nasional telah mencapai swasembada. Menurut Amran, Indonesia memiliki surplus beras sehingga mulai membuka peluang ekspor ke sejumlah negara, termasuk Palestina dan Mesir yang pernah menjadi tujuan ekspor sebelumnya.

"Kita sudah swasembada beras, stok kita 5,2 juta ton sampai dengan hari ini. Bahkan kita sudah sewa gudang, 2 juta ton kita surplus. Sesuai data BPS yang terakhir bahwasanya produksi kita tahun ini sesuai estimasi per yang diestimasi sampai dengan Oktober itu lebih tinggi produksi kita tahun ini daripada tahun lalu," tuturnya.

Sementara itu, General Manager Padi dan Beras Borneo Sdn Bhd, Jumaat bin Ibrahim, menyambut baik kerja sama perdagangan ini. Menurutnya, kerja sama ini tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga dapat mempererat hubungan masyarakat kedua negara.

"Hari ini dalam cerita satu sejarah di mana kita bisa bersama-sama untuk mengeratkan lagi silaturahmi yang telah ada. Dengan adanya usaha sama ini, insya Allah Ta'ala di masa hadapan orang-orang Malaysia, orang-orang Indonesia bisa akrab seperti sedia kala di masa dulu," ucap Jumaat.

Dia berharap kerja sama ini dapat terus berkembang, sehingga tidak hanya memberikan manfaat bisnis tetapi juga memperkuat hubungan Indonesia dan Malaysia.

"Bukan hanya untuk secara bisnis, tapi ini adalah satu kata orang menyambung silaturahmi yang telah lama terputus di antara nama Malaysia dan Indonesia. Tapi dengan adanya usaha sama ini, insyaallah kita boleh bersama, bersatu dan maju seterusnya menjayakan usaha ini, insyaallah," katanya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terpopuler