Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8) pagi, menimbulkan korban jiwa. Dua warga di Maumere, Kabupaten Sikka, dilaporkan tewas tertimpa reruntuhan gedung di Pelabuhan Lorens Say Maumere.
Kepala SAR Maumere, Fathur Rahman, mengatakan dua orang meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka. "Satu meninggal di rumah sakit setelah dievakuasi dan yang satu meninggal ditemukan di reruntuhan gedung," kata Fathur.
Ratusan calon penumpang yang berada di ruang tunggu pelabuhan menjadi korban saat gempa terjadi. "Saat gempa, kebetulan ada jadwal kapal Pelni yang mau sandar," ujarnya.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data terbaru per pukul 07.05 WIB, tsunami terdeteksi di 10 wilayah setelah gempa yang berpusat di Nagekeo, NTT. Wilayah dengan ketinggian air tertinggi berada di Kecamatan Maurole, Ende, mencapai 0,94 meter.
Wilayah Terdeteksi Tsunami
BMKG mencatat tsunami terdeteksi di sejumlah wilayah berdasarkan pengamatan muka air laut. Berikut daftar lengkapnya:
Bakalang, Alor, pukul 05:41 WIB, ketinggian 0,14 meter
Baubau, pukul 05:47 WIB, ketinggian 0,30 meter
Bulukumba, pukul 05:58 WIB, ketinggian 0,54 meter
Dompu, pukul 05:29 WIB, ketinggian 0,17 meter
Flores Timur, pukul 05:24 WIB, ketinggian 0,25 meter
Kolaka, pukul 06:27 WIB, ketinggian 0,23 meter
Labuan Bajo, pukul 05:26 WIB, ketinggian 0,36 meter
Maurole, Ende, pukul 05:27 WIB, 0,94 meter
Pelabuhan Kewapante, Sikka, pukul 05:16 WIB, ketinggian 0,38 meter
Sikka, pukul 05:03 WIB, ketinggian 0,19 meter
Artikel Terkait
Balita Korban Gempa Flores Meninggal di Posko Pengungsian
Relawan Kemanusiaan Ahmad Zaki Ali Wafat saat Membantu Korban Gempa NTT
Pertamina Perkuat Pendampingan bagi Warga Terdampak Gempa di Flores
Nenek 84 Tahun Selamat Setelah 80 Jam Tertimbun Reruntuhan di Pulau Palue