Imigrasi Buka Suara soal Warga Israel yang Disebut Bisa Masuk dan Tinggal di Bali

- Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:30 WIB
Imigrasi Buka Suara soal Warga Israel yang Disebut Bisa Masuk dan Tinggal di Bali

Beredarnya kabar warga negara Israel yang bisa masuk ke Indonesia dan tinggal di Bali menuai respons dari Direktorat Jenderal Imigrasi. Pihak imigrasi memastikan bahwa penerbitan visa bagi warga Israel tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan melalui verifikasi ketat lintas kementerian dan lembaga.

Direktur Visa dan Dokumen Perjalanan, Eko Budianto, menjelaskan bahwa setiap permohonan visa dari warga Israel harus melalui pembahasan dan persetujuan dari sejumlah instansi terkait. "Jadi harus melalui pelibatan, pembahasan, dan persetujuan dari kementerian lembaga terkait, dari Kementerian Luar Negeri, dari BIN, dari polisi, dari kejaksaan, dari BAIS, kemudian dari Kementerian Dalam Negeri juga ada. Salah satunya adalah Israel. Jadi verifikasinya tidak kemudian dari Imigrasi, persetujuan tidak dari Imigrasi," kata Eko di kantornya, Rabu (12/8/2026).

Menanggapi temuan di lapangan yang menunjukkan adanya warga Israel masuk ke Indonesia dengan memanfaatkan kewarganegaraan ganda, Eko membenarkan hal tersebut. "Jadi mereka punya hak kewarganegaraan itu punya dua, tiga kewarganegaraan. Ini yang menjadi isu di luar negeri, sehingga warga negara-warga negara Israel rata-rata kadang-kadang mereka itu punya kewarganegaraan-kewarganegaraan lain," ujarnya.

Dalam pemeriksaan izin visa, Eko menegaskan bahwa yang menjadi fokus adalah status kewarganegaraan pemohon, bukan tempat kelahirannya. "Sama ketika kita masuk ke negara lain, yang kita diverifikasi atau dicek itu adalah kewarganegaraannya, bukan tempat kelahirannya. Karena bisa jadi kita lahir di Amerika ternyata kita warga negara Indonesia," ucapnya.

Sebelumnya, viral di media sosial kabar bahwa warga Israel masuk ke Indonesia dan tinggal di Bali. Mereka diduga menggunakan paspor negara lain dan menjalankan berbagai aktivitas ekonomi di sana.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags