IMIP Raih Penghargaan ESG Berkat Strategi GOLDENWAY

- Rabu, 12 Agustus 2026 | 10:40 WIB
IMIP Raih Penghargaan ESG Berkat Strategi GOLDENWAY

Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menerima penghargaan dalam ajang IDX Channel Anugerah ESG 2026 atas implementasi strategi GOLDENWAY yang menjadi pedoman perusahaan dalam memperkuat tata kelola, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan bisnis. Penghargaan ini dinilai sebagai pengakuan atas komitmen IMIP dalam membangun kawasan industri yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Deputy General Manager ESG IMIP, Bruce Ou, mengatakan penghargaan tersebut menjadi momentum bagi IMIP untuk menunjukkan perjalanan implementasi ESG sekaligus memperkuat komunikasi dengan para pemangku kepentingan. Menurutnya, penghargaan itu bukan hanya milik IMIP, tetapi juga seluruh karyawan, tenant, mitra bisnis, pemerintah, dan masyarakat sekitar yang telah berkolaborasi membangun ekosistem industri berkelanjutan.

"Ke depan, kami akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk memperkuat perlindungan lingkungan di IMIP, meningkatkan tata kelola perusahaan, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan, sekaligus mendukung transformasi industri berkelanjutan di Indonesia," kata Bruce Ou.

Bruce Ou menjelaskan implementasi ESG di IMIP dijalankan melalui Strategi ESG GOLDENWAY yang ditopang struktur tata kelola ESG tiga tingkat dan roadmap jangka pendek, menengah, serta panjang. Strategi tersebut terdiri dari enam pilar, yakni Governance & Compliance, Openness & Diversity, Low-Carbon & Green Development, Due Diligence Across the Value Chain, Eco-Friendly Practice, serta Neighborly Communities.

"Keenam pilar tersebut selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN SDGs) dan visi pembangunan nasional Indonesia," lanjutnya.

Untuk memastikan strategi berjalan efektif, IMIP membentuk struktur tata kelola yang terdiri atas Komite ESG IMIP, Kantor ESG IMIP, dan Tim ESG Tenant. Selain itu, perusahaan juga meluncurkan Mekanisme Kolaborasi ESG selama tiga tahun untuk memperkuat sinergi dengan tenant dan para pemangku kepentingan.

Bruce Ou mengatakan roadmap ESG IMIP menargetkan penguatan tata kelola dan sistem manajemen ESG pada jangka pendek, integrasi ESG ke dalam operasional bisnis pada jangka menengah, hingga menjadikan IMIP sebagai tolok ukur kawasan industri berkelanjutan di tingkat internasional pada jangka panjang.

"Saat ini, kami juga bekerja sama dengan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) dalam Proyek Kawasan Industri untuk Pembangunan Berkelanjutan yang berlangsung selama tiga tahun. Proyek ini berfokus pada pengembangan kawasan industri ramah lingkungan (eco-industrial park), standar industri nikel berkelanjutan, pelatihan dan pendidikan talenta industri, serta investasi bagi masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Environmental Sustainability IMIP, Dermawati Sihite, mengatakan penerapan ESG menjadi kebutuhan seiring pertumbuhan IMIP yang kini memiliki sekitar 100.000 karyawan serta melayani pembeli dari berbagai negara. Menurutnya, ekspektasi pemerintah, investor, hingga pembeli global terhadap kepatuhan regulasi dan keberlanjutan rantai pasok terus meningkat sehingga perusahaan harus mampu memenuhi tuntutan tersebut.

"Di sisi lain pasar minta seperti itu. Jadi secara enggak langsung kita mencoba untuk bagaimana dari sisi regulasi kita comply, tapi juga ada beyond compliance dari perusahaan juga ingin berkomitmen supaya produk-produk kita juga bisa disampaikan sebagai produk yang ramah lingkungan," sebut Dermawati.

Ia menambahkan kerja sama dengan UNIDO dalam pengembangan Eco-Industrial Park menjadi tonggak penting bagi perusahaan. Untuk mendukung target tersebut, IMIP telah menyusun roadmap ESG yang terukur dengan program jangka pendek, menengah, dan panjang, mulai dari tiga tahun, lima tahun, hingga sepuluh tahun ke depan guna memastikan seluruh konsep ESG dapat diimplementasikan secara konsisten.

Saat ini, IMIP merupakan salah satu dari dua perusahaan nikel di Indonesia yang berkomitmen mewujudkan eco industrial park mengikuti standar internasional yang diakui oleh UNIDO. Tahun lalu, kami melihat ini sebagai momentum penting, terutama ketika penandatanganan kerjasama resmi dilakukan langsung di bawah naungan lembaga PBB.

Dengan demikian, secara tidak langsung kami terikat pada komitmen dan standar internasional yang ditetapkan. Oleh karena itu, setelah strategi dan visi yang lebih tinggi kami tetapkan, kami pun harus siap menghadapi dan mengatasi tantangan yang menyertainya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags