KKN Tematik LLDikti Wilayah X dan III di Agam Resmi Berakhir, Dorong Kolaborasi Berkelanjutan

- Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:31 WIB
KKN Tematik LLDikti Wilayah X dan III di Agam Resmi Berakhir, Dorong Kolaborasi Berkelanjutan

Program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 2026 yang digagas Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah X bersama LLDikti Wilayah III resmi ditutup setelah sepuluh hari berlangsung di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Meski masa pengabdian telah usai, kontribusi perguruan tinggi di wilayah terdampak bencana diharapkan tidak ikut berhenti.

Kepala LLDikti Wilayah X, Afdalisma, mendorong agar program yang melibatkan puluhan perguruan tinggi ini dapat berlanjut dalam bentuk kolaborasi jangka panjang. Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak seharusnya hanya menghasilkan program sesaat, melainkan perlu dilanjutkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Semoga ini berkelanjutan terus, tidak berhenti sampai di sini,” ujarnya saat penutupan di Aula Kampus Universitas Fort de Kock (UFdK), Bukittinggi, Senin (10/8/2026).

Kegiatan bertema “Bangkik Basamo Mambangun Nagari” itu berlangsung sejak 1 Agustus 2026 dan melibatkan 217 peserta dari 34 perguruan tinggi. Selama sepuluh hari, para mahasiswa didampingi dosen pembimbing lapangan menjalankan berbagai program di tengah masyarakat.

Program pengabdian mencakup sektor pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, mitigasi bencana, hingga penguatan kapasitas masyarakat. Palembayan dipilih karena merupakan salah satu wilayah yang terdampak bencana hidrometeorologi. Kehadiran mahasiswa diharapkan membantu proses pemulihan sekaligus menggali potensi yang bisa dikembangkan pascabencana.

Menurut Afdalisma, kolaborasi lintas perguruan tinggi menjadi kekuatan untuk memperbesar dampak pengabdian. Ia menilai proses pemulihan wilayah terdampak bencana membutuhkan waktu dan tidak cukup hanya mengandalkan intervensi singkat. Karena itu, perguruan tinggi diharapkan terus berkontribusi melalui riset, inovasi, pendampingan masyarakat, maupun program pengabdian lanjutan.

Konsorsium Mitigasi Bencana Dideklarasikan

Penutupan KKN Tematik juga menjadi momentum deklarasi Konsorsium Mitigasi dan Pemulihan Bencana. Konsorsium ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari perguruan tinggi, industri, kementerian/lembaga, hingga pemerintah daerah.

Deklarasi ini diarahkan untuk memperkuat kerja sama lintas sektor dalam menghadapi persoalan kebencanaan, tidak hanya pada tahap tanggap darurat, tetapi juga mitigasi dan pemulihan masyarakat. Afdalisma menilai kerja sama berbagai pihak dapat membuka peluang lahirnya inovasi yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat di daerah terdampak.

MNC University Angkat Potensi Wisata dan Ekonomi Kreatif

Salah satu perguruan tinggi yang ikut ambil bagian adalah MNC University. Sebanyak lima mahasiswa bersama seorang dosen pendamping diterjunkan ke Salareh Aia Timur, Palembayan. Mereka menjalankan program yang berfokus pada pengembangan potensi ekonomi kreatif dan pariwisata melalui pembuatan video profil desa.

Mahasiswa mendokumentasikan berbagai potensi lokal, mulai dari destinasi wisata, kuliner tradisional, hingga aktivitas masyarakat. Program ini diharapkan menjadi media untuk memperkenalkan potensi Salareh Aia Timur kepada khalayak yang lebih luas sekaligus mendukung pengembangan ekonomi lokal.

Kegiatan KKN Tematik ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman terjun langsung ke lapangan, tetapi juga belajar memahami kebutuhan masyarakat dan mengaplikasikan pengetahuan akademik untuk membantu menyelesaikan persoalan di wilayah terdampak bencana.

Dengan berakhirnya masa KKN, tantangan berikutnya adalah memastikan berbagai program yang telah dimulai dapat terus dikembangkan. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan masyarakat pun diharapkan menjadi fondasi bagi proses pemulihan Palembayan yang lebih berkelanjutan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags