Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan tengah menyiapkan narasi kemenangan dalam konflik dengan Iran. Namun, pengumuman itu masih menggantung karena satu syarat utama belum terpenuhi: Iran harus membuka kembali Selat Hormuz.
Menurut laporan The Wall Street Journal yang mengutip pejabat AS, dalam beberapa pekan terakhir Trump telah menyusun alasan untuk mendeklarasikan keberhasilan perang. Rencananya, pengumuman itu akan disampaikan setelah jalur perairan strategis tersebut kembali dibuka. Hingga kini, Selat Hormuz belum sepenuhnya normal.
Trump disebut ingin segera mengakhiri perang, bahkan bersedia mencapai kesepakatan dengan Iran tanpa perjanjian nuklir. Keinginan itu telah dia sampaikan secara pribadi kepada para penasihat seniornya.
Tujuan Militer Dianggap Tercapai
Pejabat AS menyebut pemerintahan Trump menilai seluruh tujuan militernya terhadap Iran telah tercapai. Trump juga meyakini Iran kemungkinan besar tidak akan mampu melanjutkan program nuklirnya selama masa kepresidenannya. Keyakinan itu didasarkan pada serangan AS yang disebut menghancurkan tiga fasilitas nuklir Iran pada 2025.
Dalam sejumlah pertemuan baru-baru ini, Trump menyampaikan keyakinannya bahwa ancaman serangan besar-besaran AS telah berhasil menekan Iran dan menghambat ambisi nuklirnya. Dengan kondisi itu, kesepakatan nuklir tidak lagi menjadi syarat mutlak untuk mengakhiri perang.
Selat Hormuz Jadi Kunci
Kini perhatian Trump beralih ke Selat Hormuz. AS ingin Iran membuka kembali jalur pelayaran tersebut sebagai bagian dari upaya mengakhiri konflik. Trump masih mempertahankan opsi penggunaan kekuatan militer jika Iran kembali menyerang kapal-kapal.
Selat Hormuz merupakan jalur utama perdagangan energi dunia. Gangguan terhadap lalu lintas kapal di kawasan itu dapat berdampak pada pasokan dan harga energi global. Oleh karena itu, pembukaan kembali Selat Hormuz dapat menjadi pencapaian penting bagi Trump untuk menunjukkan bahwa perang telah menghasilkan keuntungan bagi AS.
Gencatan Senjata Bisa Diperpanjang
Trump juga siap memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu jika AS berhasil mengendalikan program nuklir Teheran. Selain itu, AS akan mencabut blokade maritim terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran apabila Teheran memenuhi tuntutan terkait pembukaan Selat Hormuz.
Dengan demikian, Trump kini menghadapi pilihan: mengakhiri konflik melalui kesepakatan yang lebih luas atau mempertahankan tekanan sampai tuntutan AS dipenuhi. Bagi pemerintahannya, keberhasilan membuka kembali Selat Hormuz sekaligus mempertahankan klaim bahwa kemampuan nuklir Iran telah dilumpuhkan dapat menjadi dasar untuk menyatakan perang tersebut sebagai kemenangan AS.
Artikel Terkait
Parlemen Iran Siapkan RUU Larangan Kapal Negara Musuh Melintasi Selat Hormuz
Harga Minyak Naik di Tengah Ketidakpastian Negosiasi Selat Hormuz
Ancaman Iran, Trump Diam-diam Pindah Pesawat Saat di Turki
Senator AS: Trump Kalah Perang Lawan Iran, Negeri Semakin Lemah