Aktivitas ekspor minyak mentah Iran di Pulau Kharg, pusat ekspor utama negara itu, dilaporkan berhenti total. Hal ini terjadi di tengah blokade militer Amerika Serikat (AS) terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Perusahaan intelijen maritim Windward, dalam unggahan di X, menyatakan bahwa ketiga terminal di pulau tersebut saat ini kosong dan 17 kapal tanker di sekitarnya tidak bergerak. Pola ini, menurut mereka, konsisten dengan penghentian ekspor akibat blokade: tidak ada pemuatan, tidak ada keberangkatan, dan armada gelap yang tidak bergerak.
Pulau Kharg, yang terletak di Teluk Persia, menangani sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran. Dengan terhentinya aktivitas di sana, aliran minyak dari Negeri Mullah itu praktis terputus.
Langkah blokade ini merupakan bagian dari strategi AS untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran. Presiden AS Donald Trump sebelumnya menegaskan bahwa pemerintahannya kini memprioritaskan tekanan ekonomi, alih-alih menyiapkan serangan militer baru.
Hingga 9 Agustus, militer AS telah mencegat 55 kapal yang diduga terkait dengan Iran. Selain blokade laut, AS juga memberlakukan sejumlah sanksi terhadap sektor energi Iran.
Artikel Terkait
Jaringan Listrik Kuba Lumpuh Total, Kegelapan Selimuti Negeri
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Trump Buka Celah Diplomasi