Gunung Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menunjukkan aktivitasnya. Pada Senin pagi, gunung berstatus Siaga ini meluncurkan awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai dua kilometer.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan kejadian itu terjadi pukul 06.46 WIB. Dalam keterangan resminya, lembaga tersebut menyebutkan awan panas guguran mengarah ke barat daya, tepatnya menuju hulu Kali Sat/Putih.
"Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi Senin, 10/08/2026, pukul 06:46 WIB," tulis BPPTKG. Data yang dihimpun menunjukkan amplitudo maksimal 66,31 milimeter dengan durasi 134,77 detik.
Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi. BPPTKG juga meminta warga mematuhi rekomendasi resmi yang telah dikeluarkan.
Status Gunung Merapi saat ini masih berada di level III atau Siaga. Pada status ini, potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas dapat terjadi di sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal lima kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal tujuh kilometer.
Sementara itu, di sektor tenggara, potensi bahaya mencakup Sungai Woro sejauh maksimal tiga kilometer dan Sungai Gendol lima kilometer. Apabila terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak.
Artikel Terkait
Awan Panas Guguran Gunung Merapi Luncur Sejauh 2 Kilometer
Kenangan Pendaki di Puncak Merapi Sebelum Erupsi 2006 Viral di Medsos
BRIN Temukan Spesies Baru Katak Semak Endemik di Lereng Gunung Merapi
Merapi Luncurkan Awan Panas dan 21 Kali Guguran Lava dalam Sehari