Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Pada Selasa (28/7) malam, gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta itu mengeluarkan awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai dua kilometer.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan, kejadian itu terjadi pukul 21.26 WIB. "Estimasi jarak luncur 2.000 m dengan amplitudo maks 53,42 mm durasi 123,11 detik mengarah ke selatan (hulu Kali Boyong)," demikian keterangan resmi BPPTKG.
Hingga saat ini, status Gunung Merapi masih berada di level III atau Siaga. BPPTKG mengimbau masyarakat untuk menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di gunung tersebut serta mematuhi rekomendasi resmi.
Potensi bahaya dari status Siaga ini mencakup guguran lava dan awan panas. Pada sektor selatan-barat daya, ancaman meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal lima kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal tujuh kilometer. Sementara di sektor tenggara, potensi bahaya mencakup Sungai Woro sejauh maksimal tiga kilometer dan Sungai Gendol sejauh lima kilometer.
Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak.
Artikel Terkait
Kenangan Pendaki di Puncak Merapi Sebelum Erupsi 2006 Viral di Medsos
BRIN Temukan Spesies Baru Katak Semak Endemik di Lereng Gunung Merapi
Merapi Luncurkan Awan Panas dan 21 Kali Guguran Lava dalam Sehari
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 1,7 Kilometer