Saham SpaceX Menguat Dua Hari Beruntun, Mendekati Harga IPO

- Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:48 WIB
Saham SpaceX Menguat Dua Hari Beruntun, Mendekati Harga IPO

Saham SpaceX melanjutkan reli untuk hari kedua berturut-turut, mendekati level harga penawaran umum perdana (IPO) sebesar USD 135. Pergerakan ini membuka peluang bagi saham untuk menembus level kunci tersebut untuk pertama kalinya sejak jatuh di bawahnya pada bulan lalu.

Pada Jumat (7/8), saham melonjak 16 persen, sehingga total kenaikan dalam dua hari mencapai sekitar 23 persen. Reli ini menambah lebih dari USD 327 miliar terhadap nilai pasar perusahaan dalam periode tersebut.

Investor terlihat memborong saham perusahaan yang dipimpin Elon Musk ini, meskipun pembatasan yang melarang sejumlah investor awal menjual saham mereka telah dicabut pada Kamis (6/8). Sebelumnya, para analis memperingatkan bahwa berakhirnya periode lock-up pertama dapat memicu tekanan jual.

Dengan berakhirnya periode lock-up, jumlah saham SpaceX yang tersedia untuk diperdagangkan menjadi lebih dari dua kali lipat, dari 639 juta saham menjadi 1,55 miliar saham. Space Exploration Technologies Corp., nama resmi SpaceX, melantai di bursa dengan jumlah saham beredar tersebut.

“Setelah gejolak perdagangan akibat berakhirnya periode lock-up mereda, investor harus memutuskan apakah mereka bersedia membayar harga yang begitu mahal untuk perusahaan yang baru akan menunjukkan potensi penuhnya dalam beberapa tahun mendatang,” kata Chief Market Strategist di Miller Tabak, Matt Maley, dikutip dari Bloomberg, Sabtu (8/8).

Pergerakan ini menjadi pembalikan cepat bagi saham SpaceX yang sebelumnya berada di bawah tekanan. Saham perusahaan sempat kehilangan lebih dari USD 1 triliun dalam nilai pasar sejak mencapai level tertinggi tak lama setelah IPO yang memecahkan rekor.

Tekanan terhadap saham kembali meningkat pada awal pekan ini setelah SpaceX merilis laporan keuangan publik pertamanya. Saham anjlok 14 persen pada Rabu (5/8) setelah perusahaan melaporkan pengeluaran untuk bisnis kecerdasan buatannya yang lebih tinggi dari perkiraan.

Berdasarkan data S3 Partners LLC, lebih dari 250 juta saham SpaceX telah dijual secara short, atau sekitar 16 persen dari saham yang tersedia untuk diperdagangkan. Angka tersebut sempat mencapai lebih dari 36 persen pada Rabu (6/8), sebelum sebanyak 911,5 juta saham dibuka untuk diperdagangkan.

“Saya yakin ada sejumlah posisi bearish yang harus ditutup hari ini,” tambah Maley.

Sebelum reli selama dua hari tersebut, para short seller telah membukukan keuntungan di atas kertas lebih dari USD 9 miliar dengan bertaruh bahwa harga saham SpaceX akan turun.

Meski demikian, berakhirnya periode lock-up memberikan opsi kepada investor awal untuk menjual kepemilikan mereka, tetapi bukan merupakan kewajiban. Di sisi lain, Wall Street masih mempertahankan pandangan yang sangat positif terhadap perusahaan tersebut.

Argus Research pun menaikkan rekomendasinya terhadap saham SpaceX menjadi “buy” dari sebelumnya “hold” pada Jumat (7/8). Lembaga tersebut menyatakan optimistis terhadap “pengembalian investasi yang cepat” dari investasi SpaceX pada infrastruktur AI.

Secara keseluruhan, hampir 80 persen analis yang meliput SpaceX memberikan rekomendasi “buy” untuk saham tersebut. Berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg, target harga rata-rata mereka berada di sekitar USD 221, yang mengindikasikan potensi kenaikan lebih dari 65 persen dari harga penutupan saham pada Jumat (7/8).

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags