Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menyuarakan optimisme bahwa konflik dengan Iran akan segera berakhir. Ia meyakini Teheran tidak akan mampu bertahan lebih lama lagi.
Pernyataan itu disampaikan Trump saat menjawab pertanyaan wartawan di Gedung Putih mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz. "Saya terlibat dalam negosiasi. Saya pikir kita baik-baik saja. Kesepakatan bisa segera terjadi," ujarnya, Jumat (8/7/2026).
Trump juga menepis kekhawatiran tentang persediaan senjata AS. Ia menegaskan bahwa negaranya masih memiliki amunisi dalam jumlah yang sangat besar. "Kami memiliki persediaan amunisi di seluruh dunia, dan jika kami membutuhkannya, kami akan mengambilnya. Kami dalam kondisi yang sangat, sangat baik," katanya.
Dalam beberapa minggu terakhir, AS dan Iran saling melancarkan serangan militer. Washington menargetkan situs militer milik Korps Garda Revolusi Iran, sementara Teheran membalas dengan menyerang fasilitas militer AS di sejumlah negara Teluk, seperti Yordania, Bahrain, dan Kuwait.
Eskalasi ini terjadi meskipun kedua negara telah menandatangani nota kesepahaman pada Juni lalu dan memulai negosiasi menuju kesepakatan akhir. Namun, pembicaraan terhenti karena perbedaan pandangan mengenai jaminan keamanan dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz, jalur strategis bagi pasokan minyak dan gas dunia.
Sebelumnya, Trump sempat mengancam akan menyerang Iran dengan sangat keras, termasuk menargetkan fasilitas energi, jembatan, dan pembangkit listrik. Namun, rencana itu batal setelah Iran setuju untuk kembali ke meja perundingan. Beberapa media AS menyebutkan, menipisnya persediaan rudal pencegat juga menjadi pertimbangan dalam penundaan serangan tambahan terhadap Iran.
Artikel Terkait
Pemerintah Trump Kembalikan Pungutan Tarif Rp1.800 Triliun
Harga Minyak Menguat, Komoditas Lain Bervariasi
Harga Minyak Melonjak Akibat RUU Iran Soal Selat Hormuz
Kepala Negosiator Iran Sindir Trump: Diplomasi Sandiwara yang Gagal