Nama Terpopuler di Indonesia Bergeser dari Slamet ke Muhammad Al Fatih

- Kamis, 06 Agustus 2026 | 12:00 WIB
Nama Terpopuler di Indonesia Bergeser dari Slamet ke Muhammad Al Fatih

Nama-nama populer di Indonesia telah mengalami pergeseran signifikan dari generasi ke generasi. Jika pada era Baby Boomer nama seperti Slamet dan Aminah mendominasi, kini nama-nama bernuansa Islami modern seperti Muhammad Al Fatih justru lebih banyak dipilih orang tua untuk anak-anak mereka.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, tren penamaan ini mencerminkan perubahan sosial dan budaya yang terjadi di masyarakat. Data tersebut menunjukkan nama yang paling banyak digunakan oleh setiap generasi, mulai dari Baby Boomer hingga Generasi Alpha.

Dominasi Nama Jawa Klasik

Pada generasi Baby Boomer (1946–1964), nama Slamet tercatat sebagai nama laki-laki terbanyak dengan lebih dari 38 ribu orang. Sementara untuk perempuan, nama Aminah mendominasi dengan lebih dari 37 ribu orang. Nama-nama ini kental dengan nuansa budaya Jawa dan nilai-nilai tradisional yang kuat.

Memasuki Generasi X (1965–1980), pergeseran mulai terlihat. Nama Sutrisno menjadi yang terpopuler untuk laki-laki dengan lebih dari 65 ribu orang, sedangkan Nurhayati memuncaki daftar nama perempuan dengan lebih dari 105 ribu orang. Nama-nama ini masih mempertahankan akar budaya lokal namun mulai menunjukkan variasi.

Nama Modern dan Islami

Pada generasi Milenial (1981–1996), nama Herman menjadi pilihan utama untuk laki-laki dengan lebih dari 44 ribu orang. Menariknya, nama Nurhayati masih bertahan sebagai nama perempuan terpopuler dengan lebih dari 89 ribu orang, menunjukkan kontinuitas dari generasi sebelumnya.

Generasi Z (1997–2012) menyaksikan munculnya nama-nama baru. Ardiansyah mencatatkan diri sebagai nama laki-laki terbanyak dengan lebih dari 18 ribu orang, sementara Sri Wahyuni menjadi nama perempuan terpopuler dengan lebih dari 26 ribu orang. Nama-nama ini mencerminkan pengaruh budaya populer dan perkembangan zaman.

Fenomena paling mencolok terjadi pada Generasi Alpha (2013–sekarang). Nama Muhammad Al Fatih mendominasi untuk laki-laki dengan lebih dari 27 ribu orang, menunjukkan tren pemberian nama bernuansa Islami yang kuat. Untuk perempuan, nama Siti Aisyah atau Aisyah menjadi pilihan terbanyak dengan lebih dari 14 ribu orang.

Pergeseran ini tidak hanya menunjukkan perubahan selera, tetapi juga merefleksikan dinamika sosial, agama, dan budaya yang berkembang di Indonesia. Dari nama-nama yang sarat tradisi hingga nama-nama yang sarat makna religius, setiap generasi memiliki ciri khasnya sendiri dalam menamai anak-anak mereka.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags