Prabowo Instruksikan Bahlil Tangani Pemadaman Listrik di Kalimantan

- Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:40 WIB
Prabowo Instruksikan Bahlil Tangani Pemadaman Listrik di Kalimantan

Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bersama sejumlah menteri lainnya untuk membahas berbagai persoalan, termasuk gangguan listrik di Kalimantan. Dalam pertemuan tersebut, Prabowo secara khusus meminta Bahlil segera menangani pemadaman listrik yang terjadi di wilayah tersebut.

"Teman-teman media, kami baru selesai melakukan rapat terbatas dengan Bapak Presiden. Di dalam pembahasan itu salah satu di antaranya kami bahas adalah persoalan PLN, persoalan listrik," kata Bahlil usai pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Bahlil mengakui masih ada pemadaman listrik di sejumlah titik di Kalimantan. Ia pun diminta untuk segera mengambil langkah terukur bersama PLN agar persoalan dapat diselesaikan dengan cepat.

"Yang harus kami akui di beberapa wilayah khususnya di Kalimantan masih ada pemadaman beberapa titik. Dan karena itu Bapak Presiden memerintahkan kepada saya untuk segera melakukan langkah-langkah yang terukur dengan PLN agar bisa menyelesaikan dengan baik," ujarnya.

Gangguan listrik ini diketahui terjadi di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng), yang berakibat pada pemadaman bergilir. Kerusakan pada pembangkit menjadi salah satu faktor terganggunya pasokan listrik pada sistem interkoneksi Kalselteng.

Akibatnya, pemadaman bergilir masih berpotensi terjadi di sejumlah daerah, termasuk Palangka Raya dan wilayah lain di Kalimantan Tengah. Senior Manager PLN Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Asam-Asam, MURIANETWORK.COM Pamujianto, mengatakan perbaikan generator membutuhkan waktu karena kerusakan ditemukan pada dua sisi generator.

"Yang mengalami kerusakan itu ada di dua sisi generator. Inilah yang sedang kami kerjakan dan target penyelesaiannya pada 25 Agustus," ujarnya dalam video penjelasan dari lokasi pembangkit, dilansir detikKalimantan, Selasa (4/7/2026).

Menurut MURIANETWORK.COM, proses perbaikan sebenarnya terus dikebut. Teknisi bekerja selama 24 jam dengan sistem tiga shift. Namun, pengerjaan di bagian generator tidak bisa dilakukan dengan mengerahkan banyak personel sekaligus karena membutuhkan ketelitian dan presisi tinggi.

Setiap tahapan perbaikan juga harus melalui pengujian dan evaluasi sebelum dilanjutkan ke proses berikutnya. Hal tersebut membuat pekerjaan tidak dapat dipaksakan selesai dalam waktu singkat.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags