Iran Bantah Klaim Trump soal Permintaan Batalkan Serangan

- Senin, 03 Agustus 2026 | 13:30 WIB
Iran Bantah Klaim Trump soal Permintaan Batalkan Serangan

Pemerintah Iran membantah keras pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut negaranya memohon agar serangan besar dibatalkan. Klaim tersebut dinilai sebagai kebohongan dan upaya putus asa untuk menekan negara-negara Teluk.

Para pejabat militer Iran, dalam pernyataan yang disiarkan kantor berita Mehr, menegaskan bahwa pernyataan Trump hanyalah kebohongan lain dan upaya putus asa untuk memeras penguasa Teluk serta menekan mereka melalui ancaman. Mereka juga membantah bahwa Teheran menyetujui permintaan AS untuk membuka kembali Selat Hormuz secara total.

“Klaim Trump bahwa Iran meminta serangan dihentikan hanyalah kebohongan lain dan upaya putus asa untuk memeras penguasa Teluk serta menekan mereka melalui ancaman,” demikian pernyataan tersebut, dikutip Senin (3/8/2026).

Militer Iran, kata mereka, tetap berada pada kesiapan tingkat tertinggi dan siap menghadapi semua kemungkinan. “Jika konfrontasi menjadi tak terhindarkan, medan perang akan menentukan. Pada saat itu, semua orang akan paham siapa yang memegang kekuasaan dan siapa yang akan membuat keputusan akhir,” ujar para pejabat.

Secara terpisah, seorang sumber yang dekat dengan tim negosiasi Iran membantah laporan bahwa kesepakatan telah dicapai dengan AS untuk membuka kembali Selat Hormuz. Sumber pejabat militer juga menegaskan, jalur perairan strategis itu akan terus ditutup selama AS masih melakukan tindakan permusuhan. Kapal hanya boleh melewati jalur yang telah ditentukan dengan otorisasi dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Sebelumnya, Trump pada Sabtu membatalkan serangan militer besar-besaran yang direncanakan terhadap Iran. Dia mengklaim Iran dan negara-negara Timur Tengah lain meminta waktu untuk menyelesaikan kerangka kesepakatan damai. Dalam unggahan di platform media sosial Truth Social, Trump mengeklaim kedua pihak menyetujui batas-batas kesepakatan yang akan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz segera, lengkap, dan total, serta mengakhiri ancaman nuklir Iran.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags