Gelombang puluhan ribu migran yang nekat menerobos perbatasan Spanyol di Ceuta dalam satu hari menewaskan sedikitnya 57 orang. Peristiwa ini memicu sorotan dunia, dengan pihak berwenang menduga aksi massal tersebut dipicu oleh disinformasi yang sengaja disebarkan mafia perdagangan manusia.
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, mengungkapkan bahwa lonjakan drastis dalam kurun waktu 24 jam itu terjadi setelah kelompok penyelundup manusia menyebarkan penafsiran keliru atas putusan hukum di Spanyol. "Apa yang muncul dari pembicaraan kami dengan pihak berwenang Maroko adalah bahwa mafia perdagangan manusia telah menggunakan penafsiran mementingkan diri sendiri atas putusan Mahkamah Agung," ujar Sanchez. Ia menambahkan, isu liar tersebut menyebar sangat cepat di kalangan migran hanya dalam hitungan jam sebelum aksi penerobosan terjadi.
Meski demikian, sejumlah aktivis kemanusiaan di Maroko meragukan rumor mafia sebagai satu-satunya pemicu utama. Menurut mereka, sebagian besar migran awam tidak memantau keputusan hukum yang kompleks tersebut.
Uni Eropa Desak Pembongkaran Jaringan Penyelundup
Menanggapi keterlibatan sindikat ini, Kepala Uni Eropa Ursula von der Leyen menegaskan bahwa jaringan penyelundupan manusia di Afrika Utara harus segera diberantas. "Penyeberangan berbahaya harus segera dihentikan. Jaringan penyelundupan harus dibongkar, dan proses pengembalian [migran] harus dilakukan dengan cepat sesuai aturan," tegas Von der Leyen.
Sementara itu, Kanselir Jerman Friedrich Merz mengatakan ia menyambut baik niat Spanyol untuk tidak mengizinkan migran tanpa dokumen masuk ke daratan Eropa, dan menambahkan bahwa pemerintahnya sedang berhubungan dengan Spanyol. Prancis juga sedang berhubungan dengan pihak berwenang Spanyol dan Maroko, kata rombongan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Paris siap membantu Spanyol jika diperlukan, termasuk melalui badan penjaga perbatasan dan pantai Eropa, Frontex.
Artikel Terkait
Spanyol Pasang Barikade Terapung di Perbatasan Maroko Cegah Gelombang Migran
Puluhan Ribu Migran Masuki Enklave Spanyol Ceuta, Picu Krisis Baru
Trump Manfaatkan Krisis Migran Ceuta untuk Serangan Politik ke Demokrat
Lebih dari 48.000 Migran Kembali ke Maroko dari Ceuta