FIFA memutuskan membatalkan rencana penjualan sebagian saham Piala Dunia dan turnamen lainnya. Keputusan ini diumumkan Presiden FIFA Gianni Infantino pada Sabtu (1/8/2026), setelah mendapat tentangan keras dari UEFA dan sejumlah konfederasi sepak bola lainnya.
"Tujuan kami selalu – dan akan selalu – untuk menjadi pemersatu," kata Infantino dalam pernyataannya. "Proposal ini tidak akan dilanjutkan."
Sebelumnya, FIFA mengemukakan rencana tersebut awal pekan ini dengan harapan dapat mengumpulkan dana hingga USD4,2 miliar. Rencana itu berdasarkan valuasi USD20 miliar untuk FIFA Forward Enterprise (FFE), anak perusahaan komersial yang akan mengelola ajang seperti Piala Dunia dan Piala Dunia Antarklub.
Langkah ini memicu reaksi keras dari UEFA, yang menyatakan tidak ada satu pun tim nasionalnya yang akan berpartisipasi dalam kompetisi FIFA selama proposal tersebut tidak dicabut. Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF) juga mengecam rencana ini.
"Piala Dunia tidak dapat diperlakukan sebagai produk investasi," demikian pernyataan UEFA. "Tidak ada bagian darinya yang boleh diserahkan kepada investor swasta. Piala Dunia tidak untuk dijual."
Artikel Terkait
FIFA Batalkan Rencana Jual Saham Komersial Piala Dunia
Enam Pemain Argentina Terancam Sanksi FIFA Jelang Piala Dunia 2030
FIFA Buka Penyelidikan Keributan Final Piala Dunia, Sejumlah Pemain Argentina dan Spanyol Terancam Sanksi
UEFA dan CONCACAF Ancam Boikot Piala Dunia atas Rencana Penjualan Saham FIFA