Enam Pemuka Agama Akan Pimpin Doa Kebangsaan di Monas

- Sabtu, 01 Agustus 2026 | 12:15 WIB
Enam Pemuka Agama Akan Pimpin Doa Kebangsaan di Monas

Enam pemuka agama dari berbagai keyakinan akan memimpin doa bersama dalam acara Zikir dan Doa Kebangsaan yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (1/8/2026) malam. Kehadiran mereka menjadi simbol kebersamaan dan semangat persatuan bangsa, sekaligus menegaskan komitmen menjaga kerukunan antarumat beragama sebagai salah satu pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Melalui doa bersama, diharapkan seluruh peserta dapat memanjatkan rasa syukur atas kemerdekaan, persatuan, dan keberagaman yang tetap terjaga, serta memohon keselamatan, kedamaian, dan kemajuan bangsa.

Doa akan dipanjatkan secara bergantian oleh Husni Ismail (Islam), Pdt Jacklevyn Frits Manuputty (Kristen), Rm. Fransiskus Yance Sengga (Katolik), Pinandita Gede Pastika (Hindu), Bhikkhu Bhadranatha Thera (Buddha), dan Xs Budi S Tanuwibowo (Konghucu).

Acara ini diharapkan menjadi momentum memperkuat persaudaraan, meneguhkan tekad menjaga persatuan di tengah keberagaman, serta menguatkan optimisme menyongsong masa depan bangsa yang lebih maju dan sejahtera.

Profil Enam Pemuka Agama

Husni Ismail, yang mewakili umat Islam, adalah Imam Masjid Istiqlal Jakarta. Ia juga menjabat sebagai Sekretaris I Ittihad Imam Masjid dan berkiprah di Kementerian Agama, pernah menjadi Kepala Subdirektorat Dakwah dan Hari Besar Islam. Aktif berdakwah di berbagai masjid, ia dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan humoris.

Pdt Jacklevyn Frits Manuputty, tokoh Kristen, adalah Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) periode 2024-2029. Ia memiliki pengalaman luas dalam dialog lintas agama, termasuk pernah menjadi Asisten Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama. Ia menerima sejumlah penghargaan atas kontribusinya dalam perdamaian.

Rm. Fransiskus Yance Sengga, imam Katolik, aktif dalam pengembangan liturgi dan musik liturgi. Ia menjabat sebagai Sekretaris Komisi Liturgi Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan terlibat dalam berbagai kegiatan liturgi nasional dan internasional, termasuk menjadi Caeremoniarius dalam Misa Paus di Jakarta pada 2024.

Pinandita Gede Pastika adalah Ketua Umum Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN), organisasi yang menghimpun para pinandita Hindu. Ia fokus pada pembinaan dan peningkatan kompetensi pelayan umat agar lebih profesional dan inklusif.

Bhikkhu Bhadranatha Thera, tokoh Buddha, menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Sangha Agung Indonesia. Ia aktif dalam pembinaan umat dan dialog lintas agama. Pada 2025, ia mewakili umat Buddha Indonesia dalam acara penutupan Paviliun Indonesia di World Expo 2025 Osaka, Jepang.

Xs Budi S Tanuwibowo, rohaniawan Konghucu, adalah Ketua Umum Dewan Rohaniwan MATAKIN periode 2018-2022. Ia juga aktif di Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) dan Persatuan Xiangqi Indonesia (PEXI). Kiprahnya panjang dalam pembinaan umat dan dialog lintas agama.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags