Bijak Menggunakan Antibiotik untuk Cegah Resistensi Bakteri

- Sabtu, 01 Agustus 2026 | 12:06 WIB
Bijak Menggunakan Antibiotik untuk Cegah Resistensi Bakteri

Masih banyak orang yang membeli antibiotik tanpa resep dokter untuk mengatasi batuk, pilek, atau diare. Padahal, kebiasaan ini bisa memicu resistensi bakteri yang berbahaya bagi kesehatan.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, sebanyak 19,4% penduduk Indonesia pernah membeli antibiotik tanpa resep untuk gejala umum seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, atau diare. Padahal, antibiotik tidak selalu diperlukan untuk kondisi tersebut.

Antibiotik adalah golongan obat yang bekerja dengan cara membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri. Obat ini bisa berasal dari mikroorganisme alami maupun dibuat secara sintetis di laboratorium. Menurut studi di jurnal Frontiers in Pharmacology (2024), antibiotik memiliki berbagai mekanisme kerja, seperti menghentikan penggandaan DNA bakteri, menghambat pembentukan protein, merusak dinding sel, hingga mengganggu metabolisme asam folat.

Sayangnya, tidak semua penyakit disebabkan oleh bakteri. Flu, batuk, dan pilek yang sering membuat orang meminta antibiotik justru kebanyakan disebabkan oleh virus. Antibiotik tidak efektif melawan virus karena virus tidak memiliki dinding sel, ribosom, atau jalur metabolisme yang menjadi target antibiotik. Oleh karena itu, penggunaan antibiotik untuk penyakit virus hanya akan sia-sia.

Data SKI 2023 juga menunjukkan bahwa hanya 28,7% orang yang mengetahui bahwa antibiotik hanya berlaku untuk infeksi bakteri. Ketidaktahuan ini menjadi salah satu pemicu munculnya resistensi antibiotik.

Bahaya Resistensi dan Gangguan Bakteri Baik

Jika antibiotik digunakan secara tidak tepat, misalnya tidak menghabiskan resep atau menghentikan pengobatan saat merasa lebih baik, bakteri yang belum mati dapat beradaptasi dan menjadi kebal. Kondisi ini disebut resistensi antibiotik, di mana antibiotik yang sebelumnya efektif menjadi tidak mempan lagi. Bakteri dapat melawan antibiotik dengan memproduksi enzim perusak atau mengubah bentuk targetnya.

Selain itu, penggunaan antibiotik yang tidak bijak juga dapat membunuh bakteri baik di usus. Studi di Chinese Medical Journal (2019) menunjukkan bahwa antibiotik dapat mengganggu keseimbangan mikrobiota usus, yang berpotensi menyebabkan diare, gangguan pencernaan, dan meningkatkan kerentanan terhadap infeksi lain.

Langkah Bijak Menggunakan Antibiotik

Untuk mencegah risiko tersebut, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker sebelum menggunakan antibiotik. Jangan membeli antibiotik tanpa resep, dan jika sudah diresepkan, habiskan sesuai anjuran meskipun gejala sudah membaik. Keputusan kecil ini menentukan apakah antibiotik tetap efektif sebagai penyelamat nyawa di masa depan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags