Tumpukan Sampah di Jalan Bandang Warnai Malam Terakhir Sebelum Aturan Pemilahan Limbah Berlaku

- Sabtu, 01 Agustus 2026 | 05:00 WIB
Tumpukan Sampah di Jalan Bandang Warnai Malam Terakhir Sebelum Aturan Pemilahan Limbah Berlaku

Makassar, Sulawesi Selatan, diwarnai pemandangan memprihatinkan pada Jumat malam, 31 Juli 2026. Tumpukan sampah menggunung di Jalan Bandang, tepat di depan deretan ruko yang telah tutup. Berbagai jenis limbah, mulai dari kemasan makanan sekali pakai, kantong plastik, kardus, hingga sisa rumah tangga, tampak meluber hingga ke badan jalan.

Kejadian ini menjadi sorotan publik setelah foto-foto dan video beredar luas di media sosial, termasuk Instagram dan Facebook, beberapa jam sebelum Pemerintah Kota Makassar resmi memberlakukan kewajiban pemilahan limbah rumah tangga dari sumber pada Sabtu, 1 Agustus 2026.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Helmy Budiman, menjelaskan bahwa mulai tanggal tersebut, Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa Antang hanya akan menerima residu. Hal ini merupakan bagian dari penerapan sistem controlled landfill untuk menggantikan praktik open dumping secara bertahap.

"Mulai 1 Agustus 2026, Pemerintah Kota Makassar menerapkan sistem controlled landfill sebagai bagian dari upaya menghentikan praktik open dumping secara bertahap," ujar Helmy dalam keterangan resminya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada peran aktif masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah. "TPA Tamangapa nantinya hanya menerima sampah residu. Sampah organik dan anorganik harus dipilah serta dikelola lebih dahulu di tingkat rumah tangga maupun wilayah," katanya.

Langkah ini bertujuan mengurangi beban TPA, meningkatkan daur ulang, dan menciptakan tata kelola persampahan yang lebih ramah lingkungan. Namun, pemandangan di Jalan Bandang pada malam terakhir sebelum aturan berlaku justru menunjukkan bahwa kedisiplinan masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah.

Berbagai tanggapan warganet pun bermunculan. Banyak yang menilai edukasi dan pengawasan tetap diperlukan agar penerapan sistem baru dapat berjalan efektif. Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi dari instansi terkait mengenai asal tumpukan sampah tersebut atau apakah lokasi telah dibersihkan setelah viral di media sosial.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya ditentukan oleh regulasi, tetapi juga oleh kepatuhan masyarakat dalam menerapkannya sehari-hari.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags