Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi melarang impor robot canggih buatan China. Langkah ini diambil setelah Komisi Komunikasi Federal (FCC) menilai perangkat tersebut berisiko terhadap keamanan nasional.
Dalam pernyataan yang dirilis Kamis (30/7/2026), FCC menyebut robot humanoid dan robot berkaki empat dari luar negeri dapat dimanfaatkan untuk memata-matai warga Amerika. "Perangkat robot canggih mengumpulkan data yang dapat dimanfaatkan oleh aktor jahat untuk memata-matai warga Amerika, meningkatkan kemampuan dinas intelijen asing, atau untuk mengendalikan robot dari jarak jauh," demikian bunyi pernyataan FCC.
Industri robotika global saat ini didominasi China. Sebagian besar robot humanoid diproduksi di Negeri Tirai Bambu tersebut. Selain robot, FCC juga melarang impor inverter daya, perangkat yang digunakan di pusat data dan panel surya.
Seorang pejabat AS yang enggan disebutkan namanya mengatakan kepada Reuters bahwa Presiden Trump telah menegaskan pentingnya rantai pasokan yang independen dan aman untuk teknologi penting. "Presiden telah menegaskan bahwa AS harus memiliki rantai pasokan yang independen dan aman untuk teknologi penting dan teknologi baru seperti perangkat robot dan inverter daya," ujarnya.
Larangan ini hanya berlaku untuk perangkat baru buatan luar negeri. Model yang sudah ada dan sebelumnya telah mendapat izin FCC tetap boleh dijual atau diimpor.
Artikel Terkait
AS Resmi Larang Impor Robot Humanoid dan Quadruped Demi Keamanan Siber
AS Cairkan Dana Vaksin USD600 Juta untuk Negara Miskin Setelah Sempat Ditahan
Trump Kesal Netanyahu Buka Soal Fasilitas Nuklir Iran ke Publik
Iran Ancam Larang Kapal Negara Penerima Kompensasi AS Melintasi Selat Hormuz