Lech Poznań menjamu Aarhus GF di leg kedua babak kedua kualifikasi Liga Champions 2026 dengan keunggulan agregat 4-1. Hasil ini membuat peluang Aarhus untuk membalikkan keadaan sangat sulit.
Dukungan besar datang dari sekitar 2.000 pendukung Aarhus yang hadir di Stadion Bułgarska, Poznań, menunjukkan antusiasme tinggi meski timnya tertinggal tiga gol.
Jika berhasil lolos, Lech Poznań akan menghadapi Sabah Baku dari Azerbaijan di babak ketiga kualifikasi. Namun, kegagalan akan membawa mereka ke fase ketiga Liga Europa melawan pemenang antara KI Klaksvik dan Žalgiris Kowno.
Di sisi lain, Górnik Zabrze menghadapi tantangan besar melawan Fenerbahce setelah kalah tipis 0-1 di leg pertama. Peluang Górnik untuk lolos masih terbuka, yang akan mengantarkan mereka ke babak ketiga kualifikasi Liga Champions melawan Sturm Graz.
Lech Poznań dan Górnik Zabrze menjadi dua tim pertama dari Polandia yang berpartisipasi di babak kedua kualifikasi Liga Champions, menandai kemajuan besar bagi sepak bola Polandia setelah hasil positif di kompetisi Eropa beberapa musim terakhir.
Daniel Najsen Fallah, jurnalis Bold.dk, menilai peluang Aarhus untuk melaju ke babak selanjutnya sangat kecil karena kekurangan pemain kunci. Namun, dia menegaskan bahwa mempertahankan posisi di kompetisi Eropa seperti Liga Europa masih menjadi tujuan realistis bagi klub Denmark tersebut.
"Pertandingan pertama tidak berjalan sesuai harapan penggemar Aarhus. Kartu merah merusak segalanya. Ini kesempatan unik bagi Aarhus untuk membuat keajaiban sepak bola dan membalikkan hasil pertandingan," ujar Fallah.
Fallah juga menambahkan bahwa dukungan fans sangat penting, dan meskipun Liga Champions adalah impian, fokus utama adalah bertahan di kompetisi Eropa agar klub tetap mendapatkan pendapatan dan prestise. Menurutnya, proyek Aarhus tidak seperti Leicester City yang tiba-tiba menjadi juara, melainkan mulai membangun dasar yang kuat dengan stadion baru dan aspirasi untuk finis di posisi 2-4 dalam beberapa musim ke depan.
Dalam perbincangan mengenai pelatih Lech Poznań, Niels Frederiksen, Fallah menyatakan bahwa Frederiksen dianggap sebagai kandidat potensial untuk posisi pelatih tim nasional Denmark di masa depan berkat prestasinya di Denmark dan Polandia. "Dia pelatih yang sangat baik, sukses di beberapa klub dan sangat dihormati di Denmark," kata Fallah.
Fallah juga menyinggung tantangan yang dihadapi timnas Denmark pasca-Euro 2020 dan menyebut bahwa tim tengah mengalami penurunan performa, meski masih memiliki potensi untuk bangkit.
Artikel Terkait
Lech Poznan Dihujani Kritik Usai Tumbang 3-0 di Kandang, Keunggulan Agregat Lenyap