Setelah lima tahun vakum, Spider-Man akhirnya kembali ke layar lebar. Film terbaru berjudul Spider-Man: Brand New Day mulai tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 29 Juli. Disutradarai Destin Daniel Cretton, yang sebelumnya sukses dengan Shang-Chi and The Legend of The Ten Rings, film ini menghadirkan babak baru yang lebih dewasa bagi sang manusia laba-laba. Adegan pertarungan pun terasa lebih berwarna, taktis, dan memukau.
Film dibuka dengan tone sunyi dan melankolis. Peter Parker (Tom Holland) kini benar-benar sendirian setelah dunia melupakan eksistensinya akibat mantra Doctor Strange. Di sela tugasnya membantu Detektif Jean DeWolff (Liza Colon-Zayas) secara anonim, Peter hanya bisa memantau kehidupan sahabatnya, Ned (Jacob Batalon) dan MJ (Zendaya), melalui layar ponsel. Ia menjadi penjaga New York yang setia, meski hatinya masih tertinggal di masa lalu.
Ketentraman Peter terusik saat Mac Gargan alias Scorpion (Michael Mando) berhasil kabur dari penjara federal berkat kekuatan misterius yang mampu mengendalikan pikiran. Situasi semakin pelik dengan munculnya Frank Castle alias The Punisher (Jon Bernthal), vigilante yang cara mainnya jauh lebih kasar. New York pun menjadi arena pertempuran antara moralitas pahlawan dan balas dendam.
Metamorfosis dan Ancaman dari Dalam
Di tengah kekacauan, fisik Peter mengalami perubahan aneh. Ia terbangun dalam balutan jaring tepat di luar jendelanya, tanda bahwa DNA laba-labanya mungkin bermutasi. Peter mencari bantuan kepada Profesor Bruce Banner (Mark Ruffalo) untuk memahami metamorfosis ini. Pertanyaannya, mampukah Peter menghentikan ancaman dari sosok misterius saat tubuhnya sendiri mulai terasa seperti musuh?
Tom Holland Semakin Matang
Meski bertabur bintang besar, film ini sepenuhnya milik Tom Holland. Ia berhasil menampilkan Peter Parker yang lebih matang, percaya diri di balik topeng, tetapi tetap rapuh. Chemistry-nya dengan Zendaya tetap menjadi nyawa film. Salah satu momen paling menguras air mata adalah adegan besar di antara mereka, di mana Zendaya menunjukkan sisi MJ yang lebih terbuka dan hangat.
Jon Bernthal tampil sebagai scene-stealer. Ia membawa kedalaman emosi pada sosok Frank Castle yang sinis dan lelah. Bruce Banner hadir sebagai mentor yang tenang, mengisi kekosongan yang ditinggalkan Tony Stark. Sementara itu, Sadie Sink memerankan karakter penuh intensitas dan misteri hingga akhir film.
Sentuhan Realistis Destin Daniel Cretton
Sutradara Destin Daniel Cretton berhasil menyuntikkan nuansa jalanan yang lebih kasar dan realistis. Koreografinya terasa luwes dan luas. Gerakan Spider-Man lebih dinamis dan terus-menerus menarik untuk diikuti. Film ini juga punya kesan komedi sekaligus drama yang matang. Didukung sinematografi dan musik megah dari Michael Giacchino, film ini terasa sangat berbeda dari trilogi sebelumnya.
Walaupun babak penutup terasa sedikit menggantung, Spider-Man: Brand New Day tetap menjadi surat cinta bagi penggemar setia yang sudah lima tahun menanti. Ada aksi berayun di gedung-gedung New York, pertempuran Spidey dengan Hulk yang eksplosif, hingga momen emosional yang menyentuh hati. Pada akhirnya, Brand New Day bukan sekadar entri pahlawan super, melainkan kisah pengorbanan dan upaya menemukan jalan pulang.
Artikel Terkait
For Revenge Ciptakan Lagu Orisinal untuk Film Spider-Man: Brand New Day
Tom Holland Sebut Robert Pattinson Cocok Jadi Karakter Menyebalkan di Film The Odyssey
Anne Hathaway Berharap Anak-anaknya Tumbuh Seperti Tom Holland
Film Live-Action Naruto Mulai Buka Audisi Global untuk Pemeran Tim 7