Pendiri Telegram, Pavel Durov, terancam hukuman penjara maksimal seumur hidup di Rusia jika terbukti bersalah atas tuduhan membantu dan mendukung aktivitas teroris. Dinas keamanan Rusia (FSB) saat ini memburunya dan telah memasukkan namanya dalam daftar buronan internasional.
Pengacara Durov, Oleg Zernov, mengungkapkan kepada kantor berita RIA Novosti bahwa kliennya dijerat dengan pasal yang mengatur tentang membujuk, merekrut, atau melibatkan individu dalam tindak pidana terorisme. Pasal tersebut diancam dengan hukuman minimal delapan hingga 15 tahun penjara, hingga seumur hidup.
FSB mendakwa Durov melakukan kejahatan berdasarkan Bab 1.1 Pasal 205.1 Kitab Undang-Undang Pidana (KUHP) Rusia yang secara khusus mengatur tentang terorisme. Menurut FSB, platform Telegram gagal menghapus akun, obrolan, dan bot yang digunakan oleh badan intelijen Ukraina untuk merencanakan sabotase dan serangan terorisme di Rusia, pembunuhan massal, serta penipuan siber. Akibat dari kejahatan tersebut, banyak korban jiwa dan kerugian materiil mencapai miliaran dolar AS.
Telegram, yang didirikan oleh Durov pada 2013, merupakan platform pesan singkat yang memungkinkan pengguna bertukar pesan dan file multimedia dalam berbagai format. Saat ini, Telegram memiliki lebih dari 1 miliar pengguna aktif bulanan di seluruh dunia.
Artikel Terkait
Rusia Terbitkan Surat Penangkapan Internasional untuk Pendiri Telegram Pavel Durov