PSM Makassar mulai membuka peluang bagi talenta muda untuk menembus tim senior. Sebanyak enam pemain akademi dipanggil untuk memperkuat skuad Juku Eja. Pelatih Darije Kalezic percaya dengan kemampuan mereka, meski statusnya belum resmi sebagai pemain kontrak.
Manajer PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin, mengonfirmasi keenam pemain tersebut adalah Marselino, Jamil, Muh Hendra, Muh Fahrul, Jonathan, dan Fatihul. Mereka saat ini masih menjalani masa trial dan belum menjadi bagian resmi dari skuad senior.
"Perlu saya jelaskan, PSM sampai saat ini belum mengumumkan secara resmi susunan pemain yang ada, karena kami masih menyusun kerangka. Jadi tidak semua pemain itu sudah dalam under contract, ada yang masih trial, khususnya anak-anak akademi ada enam orang kami panggil itu," ujar Fajrin.
Pemanggilan ini merupakan hasil rekomendasi dari tim pelatih akademi. Mereka dinilai memiliki potensi untuk bersaing di level senior dan layak mendapatkan kesempatan menunjukkan kualitas. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan tim pelatih senior yang akan menilai apakah para pemain tersebut sesuai dengan kebutuhan taktik dan filosofi permainan yang sedang dibangun.
"Itu sesuai rekomendasi tim akademi, mereka layak mendapat kesempatan, ya kita coba, kita atur dalam skema permainan, apakah sesuai kebutuhan tim atau tidak. Itu tujuannya untuk melihat dulu apakah memang mereka ini sesuai dengan kebutuhan atau skema permainan yang akan dibangun tim ke depan," lanjutnya.
Evaluasi akhir akan dilakukan sebelum tim bertolak ke Yogyakarta untuk menjalani pemusatan latihan. Dari proses tersebut, pelatih akan menentukan pemain yang dipertahankan dan posisi yang masih perlu diperkuat.
"Nanti akhir Juli, sebelum kami berangkat ke Yogyakarta, coach akan melakukan evaluasi. Misalnya, ternyata dari 26 pemain yang sudah latihan sama kita hanya 21 yang sesuai, maka kita akan bekerja lagi di sisa slot pemain asing dan lokal, itu akan kami maksimalkan untuk mengisi kekurangan tersebut," jelasnya.
Selain membangun skuad untuk musim ini, PSM juga mulai mengubah strategi pembinaan pemain. Rekrutmen akademi ke depan tidak lagi berorientasi pada jumlah pemain, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan tim utama.
"Karena yang perlu saya garis bawahi, ke depan target kita ya bagaimana pola rekrutmen PSM lebih efektif lagi. Bukan untuk memenuhi jumlah, tetapi memenuhi kebutuhan tim," terangnya.
Pengamat sepak bola Syamsuddin Umar menilai langkah memberi kesempatan kepada pemain muda merupakan keputusan yang tepat. Menurutnya, regenerasi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga daya saing sebuah klub. Pemain muda umumnya memiliki energi, semangat, dan kondisi fisik yang lebih prima, namun masih membutuhkan bimbingan pemain senior agar mampu mengendalikan permainan dan mengambil keputusan dengan lebih matang.
"Memang pemain muda itu sangat penting untuk sebuah klub. Mereka ini kan butuh panggung, masih punya semangat yang sangat tinggi, tapi tetap butuh leader di atas lapangan. Mereka biasanya tampil penuh semangat tapi kurang dalam mengontrol diri," jelasnya.
Syamsuddin juga menilai kesempatan bermain di level senior akan menjadi proses pembelajaran yang berharga. Jika mampu memanfaatkan peluang tersebut, mereka berpotensi berkembang lebih cepat hingga menembus Timnas Indonesia.
"Iya, kalau mereka dapat menit bermain yang cukup, mampu membuktikan diri, mereka bisa berkembang. Ini kan bagian dari pembinaan juga, supaya mereka bisa menjadi bagian dari Timnas Indonesia," ucapnya.
Artikel Terkait
PSM Makassar Kejar Kuota 11 Pemain Asing, Satu Segera Diumumkan
PSM Makassar Beri Kesempatan Enam Pemain Akademi di Tim Senior
Respons Media Sosial Picu Spekulasi Sergio Aguero ke PSM Makassar
PSM Makassar Incar Gelandang Timnas Malaysia Sergio Aguero