Transformasi Pendidikan Nasional: Digitalisasi dan Kesejahteraan Guru Jadi Kunci

- Rabu, 29 Juli 2026 | 12:20 WIB
Transformasi Pendidikan Nasional: Digitalisasi dan Kesejahteraan Guru Jadi Kunci

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Mufidah Kurniasih mendorong transformasi pendidikan Indonesia demi mewujudkan generasi emas pada 2045. Menurutnya, kesejahteraan guru dan dosen serta digitalisasi, khususnya di daerah 3T, menjadi faktor penentu keberhasilan transformasi tersebut.

"Digitalisasi pendidikan dan perbaikan kualitas pengajaran seperti sarana dan prasarana khususnya di daerah 3T juga harus diperhatikan, selain itu perhatian kepada teman-teman pengajar baik guru dan dosen menjadi pilar utama keberhasilan transformasi pendidikan," ujar Mufidah dalam keterangan tertulis, Rabu (29/7/2026).

Ia menjelaskan digitalisasi pembelajaran harus dijalankan dalam tiga pilar: inklusif, adaptif, dan partisipatif. Inklusif berarti pendidikan bermutu harus dirasakan seluruh peserta didik di Indonesia. Adaptif artinya pendidikan disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik agar mampu bersaing mengikuti perkembangan zaman. Partisipatif berarti melibatkan semua pemangku kepentingan.

"Digitalisasi pembelajaran juga harus dilandaskan dengan pendidikan karakter yang kuat, sebab penggunaan sistem seperti AI tidak bisa dijalankan dengan baik tanpa kode etik yang tepat sehingga anak-anak tidak akan tergantung dengan digital seperti AI yang akan mempengaruhi kemampuan berpikirnya," jelas Mufidah.

Di sisi lain, Mufidah menilai telah terjadi perubahan signifikan dalam arah kebijakan pendidikan nasional, meski tantangan di lapangan masih besar. Ia mengapresiasi capaian konkret pemerintah, terutama dalam pembenahan sarana dan prasarana sekolah yang mengalami lonjakan drastis.

"Kami mendorong Kementerian Diktisaintek dan Dikdasmen serta BRIN bersikap totalitas dalam proses transformasi pendidikan nasional, kami berharap dan mendukung agar anggaran yang ada dapat lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya," pungkasnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags