Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan memberikan penghargaan kepada 133 personel atas dedikasi dan pencapaian kinerja. Penghargaan juga diberikan kepada yayasan yang turut berkontribusi dalam pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di wilayah hukum Polda Riau.
Kapolda menegaskan pemberian penghargaan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk pengakuan institusi kepada personel yang menunjukkan dedikasi dan integritas sebagai polisi pelindung dan pengayom masyarakat. "Institusi yang sehat bukan hanya berani memberikan sanksi kepada yang melanggar, tetapi juga melihat capaian-capaian yang dibangun personel untuk terus meningkatkan kepercayaan publik," ujarnya.
Menurut Irjen Herry Heryawan, kepercayaan masyarakat adalah kunci terpenting dalam membangun institusi yang sehat. "Kepercayaan harus terus dibangun dengan kebaikan-kebaikan dan menjadi karakter," imbuhnya. Ia menambahkan bahwa prestasi yang diraih lahir dari tugas-tugas berbeda namun memiliki tujuan sama, yaitu menghadirkan negara melalui pengabdian Polri.
"Inilah hakikat tugas kita sebagai anggota Polri. Keberhasilan tidak hanya diukur dari banyaknya perkara yang diungkap, tetapi dari berapa banyak masyarakat yang berhasil kita lindungi, kehidupan yang kita selamatkan, dan lingkungan yang mampu kita jaga, serta kepercayaan publik yang terus dibangun melalui tindakan nyata," paparnya. Hal inilah yang membuat polisi bukan sekadar profesi, melainkan panggilan jalan hidup. "Terus munculkan spirit polisi sebagai penolong, bagaimana kita bisa bekerja melalui pemolisiannya," katanya.
Kapolda berpesan agar penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi personel untuk bekerja lebih baik dengan menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, dan semangat melayani. Ia juga mengumumkan bahwa pada 1 Agustus 2026, Polda Riau akan melepas Ekspedisi Merah Putih Presisi dalam rangka membantu masyarakat di wilayah terluar. "Agar kehadiran kita bisa dirasakan langsung oleh masyarakat," imbuhnya.
Total 133 penerima penghargaan terdiri dari 123 personel Polda Riau dan 10 dari masyarakat. Lima personel mendapat penghargaan atas pengejaran dan pengamanan pelaku penculikan anak di ruas Tol Dumai menuju Sumatera Utara. Dua personel Ditlantas Polda Riau dihargai karena menyelamatkan seorang pria yang membawa anak dan hendak bunuh diri di Sungai Turap, Kabupaten Siak. Sebanyak 14 personel RS Bhayangkara Polda Riau menerima penghargaan atas dedikasi dan profesionalisme dalam pendampingan dan terapi kesehatan.
Delapan personel Polres Kampar dihargai atas pengungkapan tindak pidana narkoba dan pengamanan dua pucuk senjata api. Dua personel Polres Dumai mendapat award atas pengungkapan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Pekerja Migran Indonesia secara ilegal, dan 15 personel atas pengungkapan narkoba. Penghargaan juga diberikan kepada sembilan personel atas prestasi di Kejuaraan Taekwondo dan Karate Kapolri Cup 2026. Tiga personel Ditreskrimsus Polda Riau dihargai atas pengungkapan kejahatan kehutanan berupa pengangkutan arang bakau, sementara 23 personel Polres Rohil mendapat penghargaan atas pengungkapan kasus perusakan kawasan mangrove. Penghargaan juga diberikan kepada Kapolres Rokan Hilir yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Kepulauan Meranti.
Selain internal, dua yayasan yang berpartisipasi aktif dalam pembangunan Jembatan Merah Putih di wilayah hukum Polda Riau juga menerima penghargaan.
Artikel Terkait
Polda Riau Diganjar Penghargaan Green Policing atas Penindakan Perusakan Mangrove
Kapolda Riau Geram, 115 Hektare Mangrove di Rohil Rusak Akibat Alat Berat
Kapolda Riau Apresiasi Respons Cepat Jajaran dan Pemkot Pekanbaru Tangani Banjir
Riau Bhayangkara Run 2026: Lari Bersama, Sinergi Forkopimda di Atas Panggung