Biaya Pribadi, Satu Atlet Panahan NTB Nekat Tanding di Kejurnas Junior

- Rabu, 29 Juli 2026 | 09:42 WIB
Biaya Pribadi, Satu Atlet Panahan NTB Nekat Tanding di Kejurnas Junior

Nusa Tenggara Barat hanya mengirim satu atlet ke MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026. Muhammad Al Fatih Maulana, satu-satunya wakil NTB, bahkan berangkat menggunakan biaya pribadi.

Atlet yang turun di divisi Nasional U15 itu ditemani sang ayah sekaligus ofisial tim, Syamsul. Mereka memutuskan tetap berangkat ke Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, demi pengalaman. Sebelumnya, Al Fatih baru saja meraih medali emas di Pekan Olahraga Provinsi XII NTB yang berlangsung 16–25 Juli 2026.

"Hanya kami satu-satunya di Kejurnas Junior ini karena yang lainnya masih bertanding di Porprov NTB. Kalau kami kemarin dapat medali emas, kemudian lanjut ke Kejurnas Junior ini," kata Syamsul, Selasa (28/7).

Menurut Syamsul, event panahan di NTB hanya digelar setahun sekali. Karena itu, ia memilih mengasah kemampuan anaknya di ajang nasional meski harus merogoh kocek sendiri. "Biaya sendiri lumayan mahal. Modalnya keberanian saja karena ajang panahan ini menjadi pembuktian anak kami terhadap hasil latihan," ujarnya.

Perjalanan dari Sumbawa ke Kudus ditempuh dalam dua hari. Mereka naik kapal dari Sumbawa ke Lombok, lalu melanjutkan dengan kapal ke Surabaya, dan terakhir naik bus ke Kudus. Syamsul mendampingi putranya bertanding, memberikan arahan agar bidikannya tepat sasaran. Sejauh ini, performa Al Fatih dinilai cukup bagus. "Tantangannya di sini anginnya kencang sehingga tidak bisa memberikan kemampuan terbaik," ungkapnya.

Syamsul berharap MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior terus berlanjut setiap tahun. Ia juga mengapresiasi fasilitas yang disediakan Bakti Olahraga Djarum Foundation. "Keberadaan event ini sangat penting untuk melahirkan atlet panahan. Kalah bisa setiap tahun diadakan," imbuhnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags