Gempa bumi berkekuatan 7,1 magnitudo yang mengguncang Kumamoto di Pulau Kyushu, Jepang, pada Selasa (28/7) sore, menewaskan sedikitnya lima orang. Dua korban ditemukan di dalam pusat perbelanjaan yang runtuh, sementara tiga lainnya di lokasi terpisah di wilayah Kumamoto, menurut Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana Jepang.
Tim penyelamat bekerja sepanjang malam mengevakuasi delapan orang dari Aeon Mall Kumamoto setelah ledakan terjadi pascagempa. Dua wanita berusia 20-an tahun dipastikan meninggal, satu orang lainnya mengalami henti jantung dan napas, dan lima orang luka-luka. Pihak berwenang menyatakan kondisi para korban luka tidak mengancam jiwa.
Gempa yang terjadi pukul 16.27 waktu setempat ini mencapai tingkat tertinggi pada skala intensitas seismik Jepang (Shindo), yaitu skala 7. Ribuan rumah kehilangan aliran listrik, dan jalan-jalan di seluruh wilayah mengalami kerusakan serta retakan.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) menyatakan belum ada aktivitas tsunami yang teramati. "Gempa ini terjadi di daratan, dan belum ada aktivitas tsunami yang teramati sejauh ini. Karena alasan ini, kami berharap dapat mencabut peringatan tsunami pada tahap yang relatif awal, tergantung pada kondisi permukaan laut di masa mendatang," kata juru bicara JMA.
Artikel Terkait
Kemunafikan Jepang di Balik Upacara Bom Atom dan Revisi Sejarah
Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 75 Orang, 92.735 Jiwa Mengungsi
Korban Tewas Gempa NTT Bertambah Jadi 75 Orang
Empat Pekerja Tewas Tertabrak Kereta di Jepang